google ads

Wakil Walikota Cimahi Membuka Acara Berkarya Challenge 2026 Secara Resmi di Gedung Pegadaian Cimahi

Penulis : inakor.id

banner 336x280

Berkarya Challenge 2026 resmi dibuka pada Rabu (19/8/2026) di Gedung Pegadaian Cimahi. Mengusung jargon “Berkarya!  Ide Jadi Nyata!”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk menguji gagasan bisnis sekaligus mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usahanya.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Cimahi, Aria Putra Perdana, menegaskan bahwa Berkarya Challenge bukan sekadar ajang perlombaan untuk memperebutkan hadiah.

Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu memberikan manfaat dan keberlanjutan bagi para pelaku usaha.

“Kegiatan ini bukan hanya bisnis kompetisi, tapi ekosistem. Ekosistem inilah yang membuat adanya keberlanjutan,” ujar Aria.»

Program tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi. Dari 93 pendaftar, setelah melalui proses kurasi, terpilih 20 tim finalis yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Menariknya, seluruh rangkaian program yang secara ideal membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan itu berhasil dijalankan HIPMI Cimahi dalam waktu lebih dari dua bulan sejak Juni 2026.

Aria mengatakan, peserta harus mampu memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Sebab, kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana peserta mampu membangun usaha yang memiliki prospek jangka panjang.

“Modal utama saya sampai saat ini adalah semangat,” katanya.

Semangat tersebut kemudian dituangkan dalam jargon “Berkarya! Ide Jadi Nyata!”, yang disambut antusias oleh peserta dan tamu undangan.

Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang disiapkan dalam Berkarya Challenge 2026 mencapai Rp50 juta. Aria berharap seluruh finalis mampu memberikan presentasi terbaik karena tahapan kompetisi ini menjadi pintu awal menuju pendampingan usaha.

Adhitia: Pengusaha Harus Siap Menghadapi Risiko.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, memberikan apresiasi terhadap langkah HIPMI Cimahi yang dinilainya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurut Adhitia, ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi para pengusaha, yakni modal, pasar, dan jaringan. Namun di atas semua itu, mental seorang pengusaha menjadi faktor paling penting.

“Buat seorang pengusaha, ditipu sudah biasa, rugi juga biasa, untung nggak pernah puas. Karena yang dipikirkan variabelnya makin banyak,” ungkapnya.

Adhitia kemudian menjadikan perjalanan Aria Putra Perdana sebagai contoh tentang pentingnya ketekunan dalam membangun usaha.

Ia menceritakan bagaimana Aria pernah memulai perjalanan dari kondisi sulit, bahkan pernah tinggal beralaskan semen, tinggal di hutan, hingga menjalani profesi sebagai broker mobil dengan penghasilan Rp50 ribu.

Namun perjalanan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil.

“Hari ini 12 tahun kemudian beliau bisa bikin acara yang membantu Pemkot Cimahi. Ini nyata,” kata Adhitia.

Dorong Bisnis Berbasis Data.

Selain mental, Adhitia juga mengingatkan peserta agar tidak menjalankan bisnis hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti tren.

Menurutnya, bisnis harus berbasis data agar mampu membaca kebutuhan pasar dan mengambil keputusan secara tepat.

Ia menilai program pemberdayaan ekonomi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.

Harus ada proses yang jelas dari awal hingga usaha benar-benar mampu bertahan.

Karena itu, Berkarya Challenge dirancang sebagai model inkubasi yang lebih konkret, mulai dari penyusunan business plan, kompetisi, pendampingan, hingga pengawalan usaha agar mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Yang bisa membuat tulang punggung ekonomi kuat adalah dunia usaha. Jangan semua punya mental pekerja. Kalau ingin pendapatan lebih besar, harus bisnis,” tegas Adhitia.

Ia pun secara resmi membuka Berkarya Challenge 2026 dan meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat.

“Selamat berkompetisi dan tetap semangat. Kita ketemu lagi tanggal 22 Agustus di RW 03,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan BPD HIPMI Jawa Barat, Bank BSI, Bank BRI, Dinas Koperasi Kota Cimahi, serta Pegadaian sebagai tuan rumah.

Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa membangun pengusaha muda tidak cukup hanya dengan modal.

Diperlukan pula jaringan, pasar, pendampingan, pengetahuan, serta ekosistem yang mampu menjaga usaha tetap tumbuh.

Melalui Berkarya Challenge 2026, HIPMI dan Pemkot Cimahi berharap lahir pelaku UMKM baru yang tangguh, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Kota Cimahi.

Sebab pada akhirnya, “Ide Jadi Nyata” bukan sekadar slogan. Ia adalah keberanian untuk memulai, ketekunan untuk bertahan, dan kemauan untuk terus berkarya. **

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Ads

Ads

Tutup

ads