CILEGON, Inakor.id – Semangat membangkitkan kembali geliat industri musik di Kota Cilegon diwujudkan melalui gelaran Festival Tribute to Nyamuk Besi yang berlangsung di D’Zety Cafe, Cilegon
Kegiatan tersebut diikuti 19 band asal Cilegon dan Serang. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi ruang bagi para musisi untuk mengenang sosok Tata, vokalis Nyamuk Besi yang telah meninggal Sabtu (22/08/2026)
Dalam sela-sela penampilannya, Diki Maulana, vokalis Nyamuk Besi Ribbon,”mengatakan penghormatan kepada almarhum Tata.
Dengan suara bergetar, Diki mengatakan sosok Tata memiliki tempat tersendiri di kalangan musisi.
“Bang Tata selaku vokalis Nyamuk Besi tidak bisa digantikan sekalipun dengan tiga vokalis. memang beliau adalah panutan.
Semoga beliau tenang di sana,” ujar Diki sambil terisak menahan air mata.
Sementara Ketua Rumah Musisi Cilegon, Iwan Permana, mengatakan Festival Tribute to Nyamuk Besi digelar sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali industri musik di Kota Cilegon.
Lebih lanjut Iwan kegiatan tersebut mendapat dukungan Diki Maulana sebagai sponsor utama. Festival digelar sejak pagi hingga malam hari dengan menghadirkan sejumlah band Cilegon serta bintang tamu dari luar daerah.
“Nama event kali ini adalah Festival Tribute to Nyamuk Besi.
Pesertanya ada 19 band dari Cilegon dan Serang yang memperebutkan juara satu, dua dan tiga,” Ucap Iwan.
Ia menambahkan, festival tersebut juga menghadirkan bintang tamu dari Lampung serta artis nasional.
Salah satu penampilan yang disiapkan adalah kolaborasi Zigas Poetra, vokalis Zigas, bersama Diki Maulana.
Iwan mengatakan kegiatan serupa direncanakan berlangsung secara berkelanjutan setiap empat bulan.
Langkah nyata ini kita realisasikan diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pertumbuhan musisi dan band lokal.
“Memang makanya kita adakan acara festival berkelanjutan empat bulan sekali untuk merangsang tumbuhnya musik di Kota Cilegon.
Musik Cilegon memang sempat tenggelam, sehingga kami mencoba membangkitkannya kembali melalui event-event seperti ini,” ujarnya.
Menurut dia, ke depan Rumah Musisi Cilegon juga berencana menghadirkan festival dengan skala yang lebih besar.
Iwan mengapresiasi perhatian Pemerintah terhadap perkembangan musik di Cilegon. Namun, ia berharap dukungan tersebut ke depan tidak hanya diberikan dalam bentuk dukungan terhadap kegiatan, tetapi juga menyentuh para musisi secara lebih luas.
“Alhamdulillah pemerintah mengapresiasi musik di Cilegon dan sudah memberikan support.
Mudah-mudahan ke depan pemerintah benar-benar lebih mendukung teman-teman musisi, baik secara festival maupun secara individu,”terang Iwan
Sementara itu, Festival Tribute to Nyamuk Besi juga menjadi ajang kompetisi bagi 19 band.
Dari hasil perlombaan, Solfaka keluar sebagai juara pertama, disusul Porton sebagai juara kedua dan Pasukan Langit sebagai juara ketiga.
Sementara Raber Band meraih Harapan 1 dan KBS Band meraih Harapan 2.
Dalam festival tersebut juga terdapat rencana memasukkan karya sejumlah band ke dalam album kompilasi yang di dalamnya akan memuat band Nyamuk Besi.
Iwan berharap keberadaan festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kembali ekosistem musik Cilegon.
“Harapannya musik di Cilegon bisa tumbuh, berkembang dan nantinya bisa ditingkatkan hingga tingkat nasional,”tutupnya
(Rohim)



Tinggalkan Balasan