POLRES KEBUMEN, INAKOR.lD – Polres Kebumen menggandeng generasi muda melalui kompetisi esports Lawet Mobile Legends Bang Bang Cup dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Turnamen ini diikuti 1.040 peserta yang tergabung dalam 208 tim dari pelajar SMA/SMK dan masyarakat umum.
Kompetisi tersebut digelar secara serentak melalui 26 Polsek jajaran Polres Kebumen. Babak selanjutnya akan mempertemukan para juara dari masing-masing Polsek untuk bertanding di tingkat Polres.
Kegiatan berlangsung di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Sabtu (15/8/2026), pukul 09.00-17.00 WIB. Sejumlah pejabat utama Polres Kebumen dan panitia MLBB hadir dalam kegiatan tersebut.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, esports dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif.
“Esports menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Yang kami tekankan adalah etika, disiplin, kerja sama dan sportivitas,” kata AKBP Putu.
Menurut Kapolres, pendekatan melalui esports juga menjadi salah satu cara Polri membangun komunikasi dengan generasi muda. Mobile Legends merupakan permainan yang telah menjadi bagian dari kultur digital anak muda sehingga dapat digunakan sebagai sarana untuk membangun interaksi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mencegah anak muda terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami ingin energi dan waktu anak muda disalurkan ke kegiatan yang positif. Jangan sampai waktu luang justru digunakan untuk balap liar, tawuran, minuman keras, narkoba atau kegiatan lain yang dapat mengganggu kamtibmas,” ujarnya.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan semakin berkembangnya esports sebagai ruang pembinaan generasi muda. Di tingkat nasional, Polri juga menggelar Kapolri Cup Esports 2026 yang melibatkan ribuan tim dari berbagai daerah. Kompetisi tersebut menjadi salah satu sarana Polri mendekatkan diri dengan generasi muda melalui aktivitas yang mereka minati.
Bagi Polri, pendekatan melalui esports memiliki nilai strategis. Kompetisi tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang interaksi antara polisi, pelajar, komunitas dan masyarakat. Dari interaksi tersebut, kepolisian dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan generasi muda.
Di Kebumen, format kompetisi dibuat berjenjang. Sebanyak 26 tim yang menjadi juara di masing-masing Polsek akan kembali bertanding pada tingkat Polres.
Sejumlah tim yang menjadi juara antara lain Tim Ang E-Sport dari Polsek Sruweng, Miracle dari Polsek Kebumen, BK1 dari Polsek Karanganyar, Kedung Squad dari Polsek Klirong, SMA 1 Kutowinangun dari Polsek Kutowinangun, SMK 1 Gombong dari Polsek Gombong dan Terserah Desa Pekuncen dari Polsek Sempor.
Juara lainnya adalah Kunci Inggris dari Polsek Ambal, Tong Tjie dari Polsek Alian, SMPN 2 Buluspesantren, Almighty dari Polsek Karanggayam, RVRV Desa Kebakalan dari Polsek Prembun, Exp Manja dari Polsek Pejagoan, Gumawang Squad dari Polsek Kuwarasan, Arep Apa? dari Polsek Buayan dan Kangkung Pedas dari Polsek Adimulyo.
Kemudian Nexus Legend dari Polsek Puring, 404 Here Best dari Polsek Sadang, DM dari Polsek Bonorowo, Black Mamba dari Polsek Padureso, Elfight dari Polsek Karangsambung, SMA N Rowokele A dari Polsek Rowokele, Geger Geden dari Polsek Ayah, Mawar dari Polsek Petanahan, MBG E-Sport dari Polsek Mirit dan Rahullll dari Polsek Poncowarno.
Kapolres menegaskan kompetisi tersebut harus tetap mengedepankan sportivitas dan etika. Prestasi dalam esports seharusnya berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
“Kami tidak hanya ingin mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini membentuk karakter, sportivitas, disiplin dan kebersamaan,” kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
(Jun/Sumber Humas Polres Kebumen)



Tinggalkan Balasan