Pangandaran, inakor.id – Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Supriyanto (40), tekong perahu wisata yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Pantai Pangandaran.

Korban ditemukan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Lokasi penemuan berada kurang lebih dua kilometer dari titik kejadian, tepatnya di kawasan perairan Karang Luhur, Pantai Pangandaran.

banner 336x280

Penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan seorang saksi kepada tim pencarian. Sejumlah pengemudi perahu wisata yang berada di sekitar perairan tersebut juga turut membantu menyisir lokasi.

Kepala Unit Siaga SAR Pangandaran, Edwin Purnama, mengatakan setelah mendapat informasi tersebut, tim langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan perahu.

“Begitu mendapat informasi dari saksi yang pertama melihat korban, kami langsung melakukan evakuasi dengan bantuan perahu,” kata Edwin saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (13/8/2026).

Edwin menyebut kondisi korban telah mengalami perubahan setelah berada di perairan selama kurang lebih empat hari. Tim juga menduga korban sempat mengalami benturan.

“Korban sudah berada di laut sekitar empat hari sehingga kondisinya sudah mengalami perubahan. Ada kemungkinan sebelumnya terjadi benturan dengan perahu,” ujarnya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang relatif lengkap dan berada dalam posisi terlentang di permukaan air.

Supriyanto diketahui sehari-hari bekerja sebagai tekong perahu wisata. Ia biasa mengantarkan wisatawan berkeliling perairan Pangandaran, termasuk menuju kawasan Pasir Putih.

Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, Barakuda, TNI Angkatan Laut, Satpolairud Polres Pangandaran hingga unsur terkait lainnya.

Edwin menjelaskan, operasi SAR dilaksanakan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Pencarian berlangsung selama tiga hari dan memasuki hari keempat sebagai batas maksimal operasi.

“Pencarian kami lakukan selama tiga hari, sedangkan hari keempat merupakan batas maksimal operasi. Sebelum operasi dihentikan, korban akhirnya berhasil ditemukan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan para nelayan maupun tekong perahu wisata untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di laut. Kondisi cuaca dan gelombang perlu menjadi perhatian, terutama saat perairan sedang tidak bersahabat.

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya nelayan dan tekong, kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk pelampung,” pungkasnya.

Setelah berhasil ditemukan, korban selanjutnya dievakuasi untuk menjalani proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280