KOTA BANDUNG, inakor.id – Peresmian Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat menjadi momentum penting untuk mengenang jejak perjuangan, pemikiran, serta pengabdian para tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan dakwah dan pembinaan umat di Jawa Barat.

Peresmian tersebut berlangsung di ruang VIP Pusdai Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (11/8/2026), dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., bersama sejumlah ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

banner 336x280

Kegiatan mengusung tema “Mulai Niat: Menjadikan Pekerjaan Rutin sebagai Ladang Ibadah”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat yang baik dan ikhlas dapat memiliki nilai ibadah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peresmian paviliun juga menjadi bagian dari upaya menjaga rekam jejak sejarah perjalanan Pusdai Jawa Barat. Nama KH. Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid dinilai memiliki keterkaitan penting dengan perkembangan lembaga tersebut, khususnya melalui gagasan, kepemimpinan, pemikiran, serta dedikasi dalam penguatan dakwah dan pembinaan umat.

Pusdai Jawa Barat selama ini tidak hanya menjadi tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai ruang pendidikan, pembinaan, silaturahmi, serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keberadaan Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid diharapkan dapat menjadi bagian dari warisan sejarah yang terus dikenang oleh generasi berikutnya.

Dalam sambutannya, KH. Miftah Faridl mengingatkan pentingnya membangun niat yang baik dalam setiap aktivitas kehidupan. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan secara rutin tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban, tetapi dapat menjadi ladang amal apabila dilandasi keikhlasan dan orientasi memberikan manfaat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, menjaga silaturahmi, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang baik, keikhlasan, dan memberikan manfaat bagi orang lain, insyaallah memiliki nilai ibadah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

KH. Miftah Faridl juga berharap keberadaan paviliun tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan sejarah, tetapi mampu menjadi ruang yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai pentingnya meneruskan perjuangan dakwah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung H. Toni Wijaya, S.E., S.H., menyampaikan apresiasi atas peresmian Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat sejarah, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan para tokoh umat.

Ia menilai, keberadaan para ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, silaturahmi dan ukhuwah Islamiah harus terus dipelihara di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Silaturahmi dan ukhuwah Islamiah merupakan kekuatan penting dalam membangun persatuan. Perbedaan yang ada harus menjadi bagian dari kekayaan umat untuk saling menguatkan, bukan menjadi alasan untuk terpecah,” ujarnya.

Menurut Toni, menjaga hubungan baik antara ulama, pemerintah, lembaga legislatif, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Kolaborasi tersebut diperlukan agar nilai-nilai keagamaan dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat dan daerah.

Ia juga berharap Pusdai Jawa Barat semakin mampu menjalankan perannya sebagai pusat dakwah, pendidikan, pembinaan, serta pemberdayaan umat.

“Semoga keberadaan paviliun ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneruskan semangat pengabdian para pendahulu. Mari kita jaga ukhuwah, perkuat silaturahmi dan bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Peresmian Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid menjadi simbol kesinambungan antara sejarah dan masa depan. Nilai, semangat, pemikiran, dan pengabdian yang telah ditorehkan para tokoh diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi penerus dalam mengembangkan dakwah yang damai, inklusif, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran undangan, dan seluruh pihak yang hadir dalam peresmian tersebut.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga warisan dakwah bukan sekadar merawat sebuah bangunan, tetapi juga meneruskan nilai, keteladanan, dan semangat pengabdian agar tetap hidup dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.***

(Wawat S)

 

banner 336x280