Pangandaran, inakor.id – Kebakaran terjadi di Toko Buku Al Hikmah 2 yang berada di Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Senin (3/8/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sebagian bangunan dan barang di dalam toko mengalami kerusakan.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 05.45 WIB setelah warga melihat kepulan asap keluar dari dalam toko. Ketua RT setempat, Siswanto, yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Lokasi toko yang berada di tengah kawasan permukiman sempat membuat warga khawatir api meluas dan mengenai bangunan di sekitarnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade, mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan armada dan personel dari Pos Wilayah 1 dan Pos Wilayah 2.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dari Pos Wilayah 1 dan Pos Wilayah 2 untuk melakukan pemadaman,” kata Ade.
Petugas menempuh perjalanan sekitar lima kilometer dan tiba di lokasi kurang lebih tujuh menit setelah menerima laporan. Pemadaman langsung dilakukan untuk mengantisipasi api semakin meluas.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil memastikan kebakaran dapat dikendalikan dan dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 08.15 WIB.
Penanganan di lokasi turut melibatkan unsur TNI, Polri, petugas PLN, personel pemadam kebakaran, serta masyarakat sekitar.
Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari bagian kelistrikan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang masih tersambung dengan sumber listrik. Diduga terjadi lelehan pada jaringan listrik perangkat tersebut yang kemudian memicu korsleting dan kebakaran.
“Diduga terjadi lelehan pada jaringan listrik mesin EDC yang masih terhubung ke listrik sehingga memicu kebakaran,” ujar Ade.
Bangunan toko yang memiliki luas sekitar 20 x 40 meter mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, termasuk barang-barang yang berada di dalamnya. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Total aset yang berada di lokasi diperkirakan bernilai sekitar Rp2,3 miliar. Berkat respons cepat petugas, aset sekitar Rp2,2 miliar disebut berhasil diamankan, sedangkan kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Atas kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perangkat elektronik yang masih tersambung ke listrik, terutama setelah aktivitas usaha selesai.
Ade meminta pemilik usaha memastikan seluruh peralatan listrik diperiksa dan dimatikan atau dicabut dari stopkontak ketika tidak digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan seluruh peralatan listrik, termasuk mesin transaksi elektronik, dicabut dari sumber listrik setelah digunakan untuk menghindari risiko korsleting,” pungkasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan