Kota Bandung, inakor.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Bandung menggelar Pasang Giri Pencak Silat Tradisi sebagai upaya nyata melestarikan seni bela diri warisan leluhur sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2026, di Padepokan Mayang Sunda, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan semarak dengan dihadiri Wakil Wali Kota Bandung H. Dr. Erwin, S.E., M.Pd., jajaran Pemerintah Kota Bandung, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, Sekretaris Umum DPP PPSI Deden Dinar, Ketua DPD PPSI Kota Bandung Tonny Sukmana, S.E., perwakilan Polrestabes Bandung, Kodim Kota Bandung, Polsek Babakan Ciparay, Koramil Babakan Ciparay, tokoh masyarakat, tokoh pencak silat, para pelatih, atlet pencak silat dari 20 kecamatan di Kota Bandung, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan Pasang Giri menjadi ajang pembinaan, pelestarian, sekaligus penguatan nilai-nilai budaya Sunda melalui pencak silat tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain menampilkan kemampuan para pesilat, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarperguruan serta momentum memperkuat eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bandung H. Dr. Erwin, S.E., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD PPSI Kota Bandung atas konsistensinya menjaga dan mengembangkan pencak silat tradisi di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan bagian dari warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti disiplin, keberanian, kesopanan, persaudaraan, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.
“Warisan budaya ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Jangan sampai budaya asli bangsa kita tergerus oleh perkembangan zaman. Pencak silat adalah identitas bangsa Indonesia yang menjadi kebanggaan dunia,” ujarnya.
Ia juga menilai prestasi atlet-atlet pencak silat Indonesia selama ini telah membuktikan bahwa olahraga tradisional tersebut mampu bersaing di tingkat internasional. Berbagai raihan medali pada kejuaraan dunia menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga telah mendapat pengakuan di berbagai negara.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung, kata Erwin, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya, termasuk pembinaan atlet pencak silat agar mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan budaya sendiri dan menjadikan pencak silat sebagai sarana membangun kepribadian, meningkatkan kesehatan, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Ketua DPD PPSI Kota Bandung Tonny Sukmana, S.E. mengatakan penyelenggaraan Pasang Giri Pencak Silat Tradisi merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga kelestarian budaya bangsa yang diwariskan oleh para leluhur.
Menurutnya, PPSI memiliki komitmen untuk terus membina perguruan-perguruan pencak silat tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menarik minat generasi muda.
“Kegiatan ini bukan hanya sebuah agenda rutin, tetapi merupakan bagian dari kewajiban kami dalam melestarikan budaya bangsa. Pencak silat tradisi harus tetap menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Tonny juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program pelestarian pencak silat budaya. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional di Kota Bandung.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan milenial dan generasi muda, untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya luar. Kita memiliki pencak silat yang menjadi kebanggaan dunia. Mari kita jaga, kita lestarikan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Tonny juga berharap kegiatan Pasang Giri ini mampu melahirkan pesilat-pesilat yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Rangkaian pembukaan kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, serta penampilan atraktif berbagai atraksi pencak silat tradisi dari sejumlah perguruan yang mendapat sambutan meriah dari para peserta dan masyarakat yang hadir.
Melalui penyelenggaraan Pasang Giri Pencak Silat Tradisi ini, DPD PPSI Kota Bandung berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh, sehingga pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga tetap eksis dan berkembang sebagai warisan budaya Indonesia yang mendunia.***
(Wawat S)



Tinggalkan Balasan