Pangandaran, inakor.id – Anggota DPR RI Ida Nurlaela Wiradinata menghadiri peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di salah satu hotel di Pangandaran, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran MUI dalam menjaga moralitas masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Ida mengatakan, keberadaan MUI memiliki peran yang sangat penting dalam menata kehidupan bermasyarakat, terutama dalam memberikan bimbingan keagamaan serta menjawab berbagai persoalan yang muncul seiring perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Dengan hadirnya MUI, kami berharap kehidupan masyarakat semakin tertata. MUI memiliki peran penting dalam menjaga moralitas, memberikan pembinaan kepada masyarakat, serta menjadi penyejuk di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini,” ujar Ida.
Menurutnya, sebagai daerah tujuan wisata yang terus berkembang, Pangandaran membutuhkan dukungan para ulama agar pembangunan yang berjalan tetap seimbang dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan akhlak masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam memperoleh jaminan produk halal sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
“Masyarakat yang menjual makanan maupun produk UMKM harus mendapatkan dukungan, termasuk dalam sertifikasi halal. Hal ini penting agar produk lokal semakin dipercaya dan memiliki nilai tambah,” katanya.
Selain itu, Ida mengingatkan bahwa era digital menghadirkan berbagai tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama. Karena itu, menurutnya, MUI memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat.
“Di era digital saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi. Kehadiran ulama menjadi sangat penting untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan akhlak,” ucapnya.
Ida menambahkan, sinergi antara ulama dan pemerintah harus terus diperkuat. Menurutnya, kebijakan pemerintah akan lebih efektif apabila mendapat dukungan dan pendampingan dari para ulama.
“Ulama adalah aset bangsa. Kehadiran ulama di tengah keluarga, masyarakat, dan dalam mendukung kebijakan pemerintah sangat penting. Sinergi antara pemerintah dan ulama akan menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis, berakhlak, dan sejahtera,” pungkasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan