SERANG,Inakor.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong masih kental tertanam di tengah masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh warga Selingkungan Kentir yang secara sukarela turun ke jalan untuk melakukan pengecoran jalan poros desa secara bersama-sama yaitu Jalan Calung – Tanjung yang berada di Desa Pangarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Gotong royong ini dilakukan pada hari Minggu, 21 Juni 2026 dari pukul 07:00 WIB s/d 12:00 WIB.
Jalan poros desa yang menjadi urat nadi aktivitas warga ini direncanakan akan diperbaiki sepanjang 300 meter.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi gotong royong ini baru berjalan sekitar 20% dari total target volume pengerjaan. Meski baru berjalan sebagian, antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari.
Hal yang paling menarik dari pembangunan infrastruktur desa ini adalah seluruh pendanaannya. Alih-alih menunggu bantuan dari anggaran pemerintahan setempat, dana untuk pembelian material seperti semen, pasir, dan batu murni didapatkan dari swadaya masyarakat Selingkungan Kentir dan para donatur sekitar.
Warga secara sukarela menyisihkan rezeki mereka demi mewujudkan akses jalan yang lebih layak dan aman untuk dilewati kendaraan, terutama saat musim hujan.
“Ini adalah murni gerakan dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Kalau jalan ini bagus, semua warga juga yang merasakan manfaatnya, terutama untuk kelancaran ekonomi desa,” Ujar salah seorang warga di sela-sela kegiatan.
Jalan tersebut juga merupakan akses jalan warga sekitar menuju pasar Merak dan Pelabuhan Merak. Selain itu juga jalan ini, merupakan jalan penghubung antara Desa Pangarengan dengan Desa Pakuncen.
Tampak puluhan warga dari berbagai usia berjejer membentuk barisan estafet untuk mengalirkan adonan semen menggunakan ember. Tidak ada sekat, semua bekerja sama bahu-membahu tanpa mengharapkan upah. Di sisi jalan, tampak pula konsumsi sederhana hasil sumbangan warga setempat untuk melepas lelah.
Pengerjaan jalan poros desa ini diprediksi akan terus dilanjutkan secara bertahap setiap akhir pekan atau setiap hari minggu, hingga target seluruh 300 meter jalan selesai dicor sempurna.
Melalui aksi nyata ini, warga Selingkungan Kentir berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk membangun desa, asalkan ada persatuan dan semangat gotong royong yang kuat.
Namun, sebagai masyarakat tentunya sangat menginginkan bantuan perbaikan jalan ini dari Pemerintah agar kualitas lebih layak dan tahan lama. Sekian lama hampir belasan tahun, akses jalan ini tidak ada perbaikan menyeluruh dari pemerintahan. Masyarakat berharap jalan ini diperbaiki kembali oleh pemerintah sehingga akses jalan menjadi layak. “Sejak pertama dibangun, jalan ini sudah belasan tahun tidak ada perbaikan secara menyeluruh kembali dari pemerintah. Kami sangat berharap jalan ini diperbaiki oleh pemerintah setempat”. Ujar salah satu warga yang sedang bergotong royong.
Penulis: Rojul.



Tinggalkan Balasan