Ciamis, inakor.id – Polemik yang sempat mencuat dalam pelaksanaan Festival Harmoni Ciamis akhirnya diselesaikan. Yayasan Bakti Anak Negeri Kabupaten Ciamis menyatakan permasalahan yang terjadi saat kegiatan berlangsung disebabkan oleh miskomunikasi internal di tingkat pelaksana kegiatan atau event organizer (EO).

Ketua Yayasan Bakti Anak Negeri Kabupaten Ciamis, Rama P. Putra, mengatakan dinamika di lapangan saat acara berlangsung cukup tinggi karena melibatkan banyak pihak dan agenda teknis yang harus dijalankan secara bersamaan.

banner 336x280

“Pada saat kegiatan berlangsung, seluruh pihak fokus pada pelaksanaan acara sehingga terjadi kesalahpahaman komunikasi yang menimbulkan persepsi berbeda di antara pihak-pihak terkait,” ujar Rama dalam keterangan klarifikasinya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Rama, setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, seluruh pihak yang terlibat telah duduk bersama untuk membahas persoalan yang terjadi. Dari hasil pertemuan tersebut, masing-masing pihak telah memberikan penjelasan dan memahami duduk perkara secara utuh.

“Permasalahan ini telah diselesaikan secara baik, kekeluargaan, dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.

Ia menegaskan, yayasan tidak ingin polemik yang telah selesai tersebut terus berkembang di ruang publik. Fokus utama penyelenggara, kata dia, adalah memastikan kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kreativitas dan pembinaan warga binaan melalui kegiatan yang bersifat positif.

Selain itu, pihak yayasan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pihak dalam setiap kegiatan yang akan datang.

“Kami ingin seluruh energi dan perhatian kembali difokuskan pada tujuan utama kegiatan, yaitu mendukung pembinaan, seni, budaya, dan memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Ciamis,” tegas Rama.

Yayasan Bakti Anak Negeri berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan tetap menjaga semangat kolaborasi demi keberlangsungan berbagai program sosial maupun budaya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang sudah berlalu biarlah menjadi pembelajaran bersama. Mari melangkah ke depan dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan,” pungkasnya.***

 

(AW/ AG)

banner 336x280