Pangandaran, inakor.id — Ribuan warga memadati ruas jalan di Kecamatan Pangandaran dalam rangka mengikuti dan menyaksikan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung meriah pada malam pergantian tahun Hijriah.
Camat Pangandaran, Mahfudz Ghozali, mengatakan kegiatan tersebut diikuti dan disaksikan sekitar 4.000 hingga 5.000 warga dari berbagai desa. Beragam kreasi ditampilkan peserta, mulai dari replika Ka’bah, kuda, hingga miniatur bernuansa Islami hasil karya anak-anak dan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap peringatan Tahun Baru Islam di Kecamatan Pangandaran,” ujarnya, Senin (15/6/2026) malam.
Menurut Mahfudz, kepadatan kendaraan sempat terjadi di kawasan bundaran Pangandaran akibat tingginya jumlah peserta dan penonton yang hadir. Pawai tersebut melibatkan peserta dari Desa Pangandaran, Pananjung, Babakan, dan Wonoharjo.
Sementara itu, Kepala Desa Pananjung, Dedi Hermawan, menjelaskan rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam di Desa Pananjung telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. Kegiatan tersebut meliputi semaan Al-Qur’an, doa bersama awal dan akhir tahun, Pawai Ta’aruf, Pawai Obor, hingga penampilan berbagai replika miniatur bernuansa keislaman.
“Rangkaian kegiatan berlangsung maraton sejak beberapa hari lalu dan akan ditutup dengan hadroh serta pengajian pada Rabu malam Kamis,” kata Dedi.
Ia memperkirakan lebih dari 2.000 warga turut ambil bagian dalam kegiatan pawai dari Desa Pananjung. Rute pawai menempuh jarak sekitar 5 hingga 6 kilometer, melintasi sejumlah ruas jalan utama hingga kawasan Bundaran Pangandaran.
Menurut Dedi, kemacetan lalu lintas menjadi hal yang hampir selalu terjadi setiap pelaksanaan pawai karena tingginya antusiasme masyarakat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat warga dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Dedi berharap momentum 1 Muharram dapat menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga untuk menyambut tahun baru dengan penuh kegembiraan serta tidak terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan.
“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mudah-mudahan momentum ini membawa harapan dan kehidupan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan