Pangandaran, inakor.id – Rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga” tersebut menjadi bagian dari peringatan Hajat Laut yang puncaknya akan digelar pada Selasa (16/6/2026), bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah.

Sebelum prosesi puncak berlangsung, para siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dilibatkan dalam berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Di antaranya lomba melukis serta mengarang cerita yang mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam Pangandaran. Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp122 juta bagi para pemenang.

banner 336x280

Kegiatan perlombaan dilaksanakan di kawasan pesisir Pantai Pangandaran dengan memanfaatkan area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan ruang terbuka di bawah rindangnya pepohonan.

Menurut Susi, pelibatan pelajar dalam Hajat Laut merupakan upaya menanamkan rasa memiliki terhadap daerah sejak usia dini. Ia menilai generasi muda perlu memahami potensi alam dan budaya yang dimiliki Pangandaran agar tumbuh kebanggaan untuk menjaga serta melestarikannya.

“Anak-anak harus sayang kepada Pangandaran dan bangga memiliki Pantai Pangandaran yang indah,” katanya.

Selain lomba untuk pelajar, panitia juga menggelar berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi nelayan dan masyarakat pesisir sebagai bagian dari kemeriahan Hajat Laut tahun ini.

Susi berharap keterlibatan generasi muda dalam tradisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses regenerasi pelestarian budaya dan lingkungan.

“Kita ingin estafet pelestarian Pangandaran terus berjalan. Pantainya harus tetap bersih, indah, tertata, dan menjadi destinasi yang nyaman bagi wisatawan, bukan kawasan yang kumuh dan penuh sampah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan sedikitnya 16 cabang lomba diselenggarakan dalam rangkaian Hajat Laut 2026.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hajat Laut yang puncaknya akan dilaksanakan besok, bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah,” ujar Jeje.

Menurutnya, lomba melukis dan mengarang cerita tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan identitas daerah di kalangan generasi muda.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa Pangandaran memiliki alam yang indah dan budaya yang harus dijaga. Dari sana diharapkan tumbuh rasa memiliki, kepemimpinan, dan tanggung jawab untuk merawat daerahnya sendiri. Jika sejak kecil tidak ditanamkan kecintaan terhadap budaya, maka rasa memiliki terhadap tanah air akan perlahan memudar,” katanya.

Melalui pelibatan pelajar dalam rangkaian Hajat Laut 2026, masyarakat nelayan Pangandaran berharap tradisi warisan leluhur tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi generasi penerus sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya, lingkungan, dan daerahnya sendiri.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280