Bandung, inakor.id – Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, untuk memperkuat pengendalian penyakit kronis dan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan warga, kader kesehatan, perangkat desa, tenaga kesehatan puskesmas, dosen, dan mahasiswa ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan serta skrining faktor risiko penyakit kronis. Peserta juga mengikuti edukasi mengenai penyakit tidak menular, kegawatdaruratan, dan mitigasi bencana.
Kepala Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Unpad, Prof. Kusman Ibrahim, mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan menghadapi penyakit kronis sekaligus kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat dan bencana.
“Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting untuk membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, Ketua tim PKM, Dr. Etika Emaliawati, menjelaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat mampu menjaga kesehatan keluarga, mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini, serta berpartisipasi aktif dalam kesiapsiagaan bencana di tingkat desa,” katanya.
Selain penyuluhan, peserta mendapat pelatihan identifikasi dini stroke, hipo-hiperglikemia, henti jantung, hingga simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) menggunakan manekin.
Pemerintah Desa Sagaracipta dan Puskesmas Pakutandang menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mendukung peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan serta kebencanaan.
Melalui program yang berlangsung hingga Agustus 2026 ini, Fakultas Keperawatan Unpad berharap tercipta masyarakat yang lebih mandiri, sehat, tanggap darurat, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.**
(AG/ Redaksi)



Tinggalkan Balasan