Pangandaran, inakor.id – Kabupaten Pangandaran akan kembali menggelar Hajat Laut Pangandaran 2026 dengan mengusung tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”. Tradisi tahunan masyarakat nelayan tersebut akan berlangsung di Pantai Timur Pangandaran pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan rangkaian kegiatan berupa perlombaan, istighosah, dan festival budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan Hajat Laut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.
“Hajat Laut adalah tradisi yang sudah turun-temurun dilaksanakan oleh masyarakat nelayan Pangandaran. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, sekaligus sarana melestarikan budaya dan memperkuat nilai-nilai keagamaan,” kata Jeje, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, tema ‘Budaya Terawat, Aqidah Terjaga’ dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dengan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin budaya tetap terjaga dan berkembang, namun aqidah masyarakat juga harus semakin kuat. Karena itu dalam rangkaian Hajat Laut tahun ini tidak hanya ada kegiatan budaya dan perlombaan, tetapi juga istighosah sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama,” ujarnya.
Jeje menambahkan, panitia telah menyiapkan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat nelayan, pelajar, hingga umum dengan total hadiah mencapai Rp150 juta.
Adapun perlombaan yang akan digelar meliputi lomba dayung, tumpeng ibu nelayan, pindang gunung, kebaya ibu-ibu nelayan, kebaya anak-anak nelayan, beach volley, karnaval, tarik tambang, renang nelayan, paddleboard nelayan, tilawatil Quran, melukis, mengarang cerita tentang Pangandaran, balap perahu, menangkap meri, tekos, pupuh, pildacil dan basket tingkat SLTA.
Selain perlombaan, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan dalam Festival Budaya, di antaranya pawai dongdang, tari penyambutan, tari kolosal Rengganis, ronggeng amen, cucurak dan ebeg.
Pendaftaran peserta lomba dibuka mulai 1 hingga 7 Juni 2026 di Sekretariat DPC HNSI Kabupaten Pangandaran yang berlokasi di Dusun Pangandaran Timur RT 03/RW 02, Desa Pangandaran.
Jeje berharap Hajat Laut Pangandaran 2026 dapat menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.
“Semoga kegiatan ini menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran, memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi yang diwariskan para leluhur, serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan