Pangandaran, inakor.id – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan bahwa ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha memiliki makna mendalam tentang pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurut Ida, makna kurban tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat ujian berat dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.

banner 336x280

“Pembelajaran dari ibadah kurban ini adalah bagaimana Nabi Ibrahim diuji keimanannya oleh Allah SWT. Beliau diperintahkan untuk mengorbankan anaknya sendiri sebagai bentuk ketaatan,” ujar Ida saat diwawancarai Inakor, Kamis (18/5/2026).

Namun, lanjut Ida, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban. Peristiwa tersebut menjadi simbol bahwa pengorbanan dan keikhlasan kepada Allah SWT dapat diwujudkan melalui penyembelihan hewan kurban seperti sapi maupun domba.

“Allah menunjukkan bahwa bukan manusia yang dikorbankan, tetapi cukup dengan hewan yang halal dan bisa dimakan, seperti sapi ataupun domba,” katanya.

Ia menjelaskan, ibadah kurban juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan rezeki lebih diharapkan dapat berbagi kepada sesama.

“Makna kurban hari ini adalah bagaimana yange dianggap mampu bisa berbagi kepada masyarakat. Memberikan sesuatu yang terbaik untuk sesama, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah,” ungkapnya.

Pada momentum Iduladha tahun ini, Ida bersama tim mendistribusikan sebanyak 98 hewan kurban di empat kabupaten yang berada di daerah pemilihannya. Penyaluran dilakukan di sejumlah kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini kami mendistribusikan 98 hewan kurban di empat kabupaten dan dibagikan di beberapa kecamatan yang ada di dapil,” ujarnya.

Ida menambahkan, pembagian daging kurban juga menjadi salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan asupan protein hewani yang layak. Menurutnya, masih banyak warga yang jarang mengonsumsi daging karena keterbatasan ekonomi.

“Kami ingin masyarakat juga bisa merasakan kebahagiaan dan menikmati daging kurban. Ini bukan soal siapa yang mampu dan siapa yang tidak, tetapi tentang saling berbagi dengan ikhlas,” katanya.

Selain membagikan hewan kurban, Ida juga mengundang keluarga dan masyarakat sekitar untuk makan bersama. Ia menilai momentum Iduladha dapat mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.

“Alhamdulillah banyak tetangga yang ikut membantu. Dari kegiatan ini terjalin komunikasi yang baik dan kebersamaan dengan masyarakat,” pungkasnya.**

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280