CILEGON – INAKOR.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan di Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon. Aparat kepolisian bersama TNI dan berbagai instansi terkait kini bersiaga penuh untuk memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan lancar.

Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. menegaskan,” bahwa jajaran Polres Cilegon Polda Banten melakukan gelar pasukan sejak Kamis (12/3/2026) sebagai langkah awal kesiapan pengamanan arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026.

banner 336x280

Kita sejak hari Kamis kemarin sudah melaksanakan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel, baik dari TNI – Polri pemerintah daerah, maupun stakeholder lainnya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat arus mudik Lebaran,” ujar Kapolda Banten

Menurutnya, sebanyak 3.968 personel telah disiagakan untuk mengawal jalannya arus mudik tahun ini. ribuan personel tersebut disebar di 59 pos pengamanan dan pos pelayanan, serta dua pos terpadu penanggulangan bencana.
Dua pos terpadu tersebut berada di kawasan ASDP IndonesiaFerry di Merak serta di wilayah wisata Pantai Anyer.

Arus Kendaraan Mulai Meningkat
berdasarkan pantauan pada Sabtu sekitar pukul 01.30 WIB, arus kendaraan pemudik khususnya yang menggunakan mobil pribadi mulai mengalami peningkatan.
Meski demikian, kondisi antrean di pelabuhan masih relatif terkendali karena kapal-kapal penyeberangan yang disiapkan dapat langsung mengangkut kendaraan begitu sandar di dermaga.

Kita lihat ada sedikit peningkatan kendaraan pribadi yang akan menyeberang. Tapi kapal yang disiapkan bisa langsung mengangkut kendaraan begitu sandar, sehingga antrean masih dapat diurai,” jelasnya.
Imbauan Kapolda untuk Pemudik
Kapolda Banten juga mengingatkan para pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama bagi pengendara mobil yang menempuh perjalanan jauh.

meminta pengemudi memastikan kondisi tubuh tetap prima dan tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan.
Pastikan pengemudi dalam keadaan sehat. Jangan ngebut, berkendara santai saja. Kalau mengantuk atau lelah, silakan istirahat di rest area, pos pengamanan, atau pos pelayanan yang sudah kami siapkan,” tegasnya.

Selain itu, Hengki juga mengingatkan pemudik untuk lebih waspada terhadap potensi tindak kejahatan selama perjalanan.
Beberapa hal yang perlu diantisipasi antara lain pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan, copet di area keramaian, hingga modus pembiusan melalui makanan dari orang tak dikenal.
“Kalau ke kamar mandi di rest area, sebaiknya bergantian menjaga kendaraan dan barang bawaan. Jangan mudah menerima makanan dari orang yang tidak dikenal,” katanya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Skema Penyeberangan
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Banten bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas serta pengaturan pelabuhan penyeberangan.

Koordinasi lintas sektoral tersebut telah dilakukan sejak Februari lalu bersama berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Darat, serta KSOP Banten dan Otoritas Pelabuhan.

Dalam skema tersebut:
Pelabuhan Merak difokuskan untuk pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan bus penumpang.
Pelabuhan Ciwandan diarahkan untuk sepeda motor serta kendaraan logistik golongan tertentu.
Terminal alternatif di kawasan industri Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai opsi kontinjensi jika terjadi kepadatan di pelabuhan utama.

Sementara Pelabuhan Bandar Bakau Jaya diperuntukkan bagi kendaraan sumbu tiga atau golongan 7, 8, dan 9.

Dengan pengaturan tersebut, diharapkan arus penyeberangan menuju Sumatera tetap berjalan lancar meski volume pemudik diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan

(Abdurohim)

banner 336x280