Pangandaran, inakor.id – Semangat para atlet difabel yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pangandaran patut diapresiasi. Di tengah segala keterbatasan sarana, mereka tetap konsisten berlatih demi meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.
Hari ini, sejumlah atlet NPCI Pangandaran menggelar latihan gabungan di tiga lokasi salah satunya di GOR H. Iyos Rosbi yang letaknya di desa Sukaresik, kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Meski jumlah yang hadir belum penuh karena sebagian masih dalam perjalanan, suasana penuh semangat tetap terasa. Tercatat ada sekitar 45 atlet NPCI Pangandaran yang tergabung, dengan enam cabang olahraga yang saat ini aktif dikembangkan, yaitu bulu tangkis, tenis meja, renang, atletik, catur, dan angkat berat.
Ketua NPCI Pangandaran Wahyu Hidayah mengungkapkan, bahwa pola latihan para atlet masih jauh dari kata ideal. Latihan tidak selalu bisa dijalankan secara rutin, terkadang hanya dua kali dalam seminggu, bahkan pernah dalam satu bulan sama sekali tidak ada latihan. Hal ini terjadi karena keterbatasan fasilitas, tenaga pendukung, hingga anggaran pembinaan.
“Kalau renang, kemarin sempat kami laksanakan rutin setiap hari dari pukul dua siang sampai menjelang magrib. Tapi untuk cabang lain, kadang harus dilaksanakan di rumah atau di tempat-tempat yang memungkinkan, seadanya saja. Artinya kami menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya kepada inakor.id, Kamis (25/9/2025).
Meski dihadapkan pada situasi yang serba terbatas, semangat para atlet NPCI Pangandaran tidak surut. Mereka tetap menatap optimis agenda-agenda penting yang akan datang. Dalam waktu dekat, atlet pelajar difabel Pangandaran akan tampil di ajang Pekan Pelajar Paralilympic Daerah (PEPAPERDA) di Bandung. Sementara pada tahun 2026 mendatang, mereka menargetkan bisa memberikan hasil terbaik di Pekan Paralympic Daerah (PEPARDA) yang akan digelar di Indramayu.
“Tujuan utama kami adalah terus melatih keterampilan para atlet agar siap menghadapi event-event tersebut. Meskipun sederhana, yang terpenting anak-anak tetap bisa berlatih, menjaga kebugaran, dan meningkatkan kemampuan mereka,” imbuh Wahyu Hidayah
Menurut Wahyu Hidayah, selain fokus pada persiapan event, NPCI Pangandaran juga terus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari daerah. Beberapa atlet bahkan kini menempuh pendidikan di luar kota maupun bekerja, tetapi tetap menunjukkan komitmen untuk membawa nama baik Pangandaran ketika turun di arena.
Harapan besar pun disampaikan kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih serius terhadap pembinaan atlet difabel. Dukungan berupa fasilitas latihan, pendampingan pelatih, serta keberlanjutan program pembinaan dinilai sangat penting untuk menunjang prestasi para atlet.
“Kami ingin lebih diperhatikan, baik dari segi pembinaan maupun dukungan moral dan material. Dengan support yang memadai, kami yakin atlet NPCI Pangandaran bisa semakin berprestasi,” tutup Wahyu Hidayah penuh harap**
(Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan