Jakarta –Inakor.id- Semangat kebangkitan organisasi bela diri kembali menggema dalam peringatan Milad ke-39 Satria Muda Indonesia (SMI) yang digelar di Sekretariat SMI, Jalan BB No. 26, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Momen ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat persaudaraan, membangun karakter, serta menghidupkan kembali kejayaan SMI di seluruh Indonesia hingga mancanegara.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Pembina Utama Satria Muda Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengenang perjalanan panjangnya bersama organisasi sejak awal dekade 1990-an. Ia menegaskan bahwa SMI telah membentuk karakter dan jiwa kesatria yang menjadi bekal penting dalam pengabdian kepada bangsa.
“Banyak rekan-rekan seperjuangan angkatan 90-an yang masih hadir sampai hari ini. Saya sendiri pada tahun 1992 dipercaya menjadi Komisariat Wilayah Jakarta Pusat. Saat itu masih masa kejayaan SMI bersama Bang Mario, Bang Erwan, dan kawan-kawan di Universitas Jayabaya,” ujar Dasco.
Menurutnya, tempaan yang diperoleh selama menjadi bagian dari Satria Muda Indonesia telah membentuk pribadi yang berkarakter, menjunjung tinggi loyalitas, sportivitas, serta semangat persaudaraan.
“Saya merasakan sendiri bagaimana Satria Muda Indonesia menempa karakter, membangun sifat-sifat yang berjiwa satria. Nilai-nilai itulah yang membuat kader SMI mampu tetap eksis dan berkiprah di berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dasco juga mengajak seluruh keluarga besar SMI untuk mensyukuri perjalanan organisasi yang kini memasuki usia ke-39 tahun. Ia mengingatkan bahwa perjuangan para dewan guru dan pendiri harus diteruskan oleh generasi penerus agar organisasi tetap berkembang.
“Kita memiliki kesetiaan, jiwa kawan, dan sportivitas. Saya berharap ke depan jumlah dewan guru semakin bertambah dan Satria Muda Indonesia semakin maju serta terus berjaya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dasco optimistis masa kebangkitan SMI akan kembali terwujud. Ia menargetkan dalam delapan tahun ke depan organisasi tersebut mampu menghidupkan kembali kejayaannya melalui pembinaan hingga ke pelosok daerah, bahkan memperluas eksistensi di luar negeri.
“Saya optimistis delapan tahun ke depan menjadi momentum kebangkitan Satria Muda Indonesia. Kita hidupkan kembali dari pelosok Indonesia hingga ke luar negeri,” tegasnya.
Peringatan Milad ke-39 SMI mengusung semangat “Satu Tekad Menyatukan Persaudaraan Bela Diri Bela Bangsa”, yang menjadi pengingat bahwa organisasi bela diri tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa serta negara.
(Rohim)



Tinggalkan Balasan