KOTA BANDUNG, INAKOR.ID – Pelatihan Barista Dasar Kelas A, B, dan C yang merupakan hasil akomodasi aspirasi masyarakat melalui reses Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Demokrat, Mukhamad Adi Widyanto, resmi berakhir pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Program Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2026” tersebut berlangsung selama 10 hari dan dipusatkan di Qeeboo Coffee, Jalan Arcamanik, Kota Bandung.
Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni Kelas A, B, dan C. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek dasar dalam dunia kopi dan barista, mulai dari pengolahan kopi, teknik penyeduhan, pengemasan, promosi dan pemasaran, hingga pelayanan kepada konsumen.
Materi diberikan secara teori dan praktik agar peserta tidak hanya memahami pengetahuan dasar mengenai kopi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang kopi.
Salah seorang pemateri, Acek dari Cikole, Lembang, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai pengolahan kopi dengan berbagai metode, termasuk kopi manual, kopi susu, hingga penggunaan peralatan mesin dalam proses pembuatan minuman berbasis kopi.
Menurutnya, peserta juga diperkenalkan pada standar dasar penyeduhan, termasuk pemahaman mengenai rasio antara kopi dan air yang menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan cita rasa kopi yang baik.
“Materinya mulai dari basic kopi, cara menyeduh, bagaimana standar penyeduhan, termasuk rasio atau perbandingan antara kopi dan air. Peserta juga belajar menggunakan berbagai metode dan peralatan,” ujar Acek.
Ia menilai antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan cukup baik. Dalam waktu 10 hari, para peserta dinilai mampu beradaptasi dan mengikuti materi yang diberikan dengan cukup cepat.
Acek berpesan agar para peserta tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. Menurutnya, dunia kopi terus berkembang sehingga membutuhkan kemauan untuk mempelajari teknik dan pengetahuan baru.
“Yang paling penting tetap semangat belajar. Jangan pernah bosan, karena dari kopi kita terus belajar. Setiap bulan dan setiap tahun selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Aa Archi Nebogadnezar, mengatakan keikutsertaannya dalam pelatihan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan kopi secara baik dan benar.
Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, kata dia, diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kopi.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, saya mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana mengolah kopi dengan baik. Ilmu yang didapat tentunya menjadi bekal untuk pengembangan UMKM di bidang coffee,” ungkapnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebatas sertifikat, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru.
Berakhirnya pelatihan tersebut ditandai dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama 10 hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara peserta, pemateri, dan pihak penyelenggara.
Pelatihan barista ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja di Kota Bandung, sekaligus mendorong lahirnya pelaku UMKM baru yang memiliki keterampilan dan daya saing di tengah berkembangnya industri kopi.
Melalui keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan peluang di sektor kopi, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.***
(Wawat S)



Tinggalkan Balasan