Bandung, inakor.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menetapkan sebanyak 2.075 titik pelaksanaan salat Iduladha 1446 Hijriah yang akan berlangsung pada Jumat, 6 Juni 2025. Salat Iduladha tingkat kota akan di pusatkan di Masjid Agung Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di jadwalkan melaksanakan salat Iduladha di masjid tersebut, bersama Wakil Wali Kota Erwin dan Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain. Usai salat, Wali Kota juga akan menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi.
Masjid Al Ukhuwah juga akan menjadi lokasi penyembelihan sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Hewan kurban jenis limousine dengan bobot 1.180 kilogram tersebut telah melalui uji klinis di Balai Klinik Peternakan Lembang.
“Pelaksanaan salat Iduladha tingkat kota akan dipusatkan di Masjid Al Ukhuwah. Kurban dari Wali Kota dan Presiden juga akan di sembelih di sana,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna. Kamis, 5 Juni 2025.
Salat Iduladha di Masjid Al Ukhuwah akan di pimpin oleh KH. Muhammad Rif’at Al Banna, M.Ag. Yang merupakan juara Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Teheran, Iran. Bertindak sebagai khatib yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.
Menurut data Bagian Kesra, dari total 2.075 titik salat, sebanyak 1.616 titik berada di masjid dan 459 titik di lapangan. Jumlah ini mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya yang mencapai 2.317 titik.
Untuk pelaksanaan kurban, jumlah hewan yang tercatat di Kota Bandung sebanyak 13.321 ekor, terdiri atas 7.165 ekor sapi dan 6.156 ekor domba/kambing.
Tiga kecamatan dengan jumlah hewan kurban terbanyak antara lain Kecamatan Sukajadi (852 ekor), Mandalajati (677 ekor), dan Cibiru (577 ekor). Sementara itu, lokasi salat terbanyak berada di Kecamatan Bojongloa Kaler (111 titik), Bandung Kulon (116 titik), dan Sukajadi (114 titik).
Guna menjaga ketertiban dan kebersihan selama Iduladha, Pemkot Bandung telah menyiagakan ribuan petugas kebersihan di berbagai titik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama di sekitar lokasi penyembelihan hewan kurban,” ujar Momon.
Selain itu, sebanyak 172 petugas pemeriksa postmortem juga di siagakan untuk memeriksa kondisi daging setelah pemotongan. Pemeriksaan akan dilakukan mulai Hari Raya Iduladha hingga akhir hari tasyrik.
(Wawat S)



Tinggalkan Balasan