Jakarta, inakor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau bni.co.id terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan melalui pengembangan pembiayaan hijau dan penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis perusahaan.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, mengatakan perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.
“BNI meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga fondasi penting dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alexandra, Selasa (2/6/2026)
Komitmen tersebut tercermin dari capaian BNI yang berhasil mempertahankan MSCI ESG Rating pada level A. Peringkat tersebut menunjukkan pengakuan terhadap penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko ESG, serta implementasi praktik bisnis berkelanjutan yang semakin terintegrasi dalam operasional perseroan.
Selain itu, BNI juga mempertahankan penilaian Medium Risk dari Sustainalytics, yang menjadi indikator bahwa perusahaan mampu menjaga standar keberlanjutan sesuai praktik global.
Dalam aspek lingkungan, BNI terus mendorong efisiensi operasional melalui digitalisasi layanan, penerapan konsep bangunan hijau, serta pengurangan konsumsi energi dan kertas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan jejak karbon sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) nasional.
Di sektor pembiayaan, BNI memperluas penyaluran kredit dan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai sektor strategis, termasuk energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan air dan limbah, serta sektor usaha yang mendukung ekonomi hijau.
Alexandra mengungkapkan, sepanjang 2025 portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau sekitar 22 persen dari total kredit perusahaan.
“Pembiayaan berkelanjutan kami salurkan ke berbagai sektor strategis, mulai dari UMKM, energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, hingga pengelolaan air dan limbah,” kata Alexandra.
Menurut dia, peningkatan pembiayaan hijau tersebut merupakan bagian dari kontribusi aktif BNI dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus mempercepat transformasi dunia usaha menuju model bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah dinamika ekonomi global, BNI tetap optimistis mampu mempertahankan kinerja yang sehat sembari memperkuat implementasi ESG. Perseroan juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keberlanjutan, memperkuat manajemen risiko iklim, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia.
Dengan berbagai langkah tersebut, BNI menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional, masyarakat, dan lingkungan hidup.**
(AG/ Redaksi)



Tinggalkan Balasan