Pangandaran, inakor.id – Pangandaran Onthel Challenge (POC) 2026 menjadi ajang berkumpulnya para pecinta sepeda tua dari berbagai daerah. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Pangandaran, Minggu (8/11/2026), ini diikuti sekitar 500 ontelis yang tergabung dalam 29 komunitas dari empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Peserta datang dari berbagai daerah. Bahkan, sejumlah ontelis rela menempuh perjalanan jauh dari Banyuwangi, Sidoarjo, hingga Cilacap untuk turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

banner 336x280

Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh, mengatakan Pangandaran Onthel Challenge merupakan agenda dua tahunan yang telah dipersiapkan sejak dua tahun sebelumnya.

 

Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, bersama Ketua KOSTI Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh, mengikuti kegiatan Pangandaran Onthel Challenge (POC) 2026 dengan bersepeda onthel, Minggu (8/11/2026). Foto : Agit/ Inakor
Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, bersama Ketua KOSTI Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh, mengikuti kegiatan Pangandaran Onthel Challenge (POC) 2026 dengan bersepeda onthel, Minggu (8/11/2026). Foto : Agit/ Inakor

 

Ia mengaku bersyukur atas antusiasme komunitas sepeda tua yang datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini ada sekitar 500 ontelis yang hadir. Semuanya bersepeda bersama, menikmati kebersamaan, sehat, bahagia, dan tertawa bersama. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya membangkitkan perekonomian Kabupaten Pangandaran, khususnya sektor pariwisata,” ujar Agus.

Dalam pelaksanaannya, peserta menempuh rute sekitar 25 kilometer dengan melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Pangandaran.

Agus berharap, pada penyelenggaraan berikutnya jarak tempuh dapat ditingkatkan menjadi 35 hingga 50 kilometer sehingga memberikan tantangan lebih bagi para peserta.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat, Denda Alamsyah, mengapresiasi penyelenggaraan Pangandaran Onthel Challenge 2026.

Menurutnya, komunitas sepeda tua memiliki keunikan karena memadukan unsur olahraga, budaya, dan aktivitas sosial masyarakat.

“Sepeda onthel ini memang bagian dari budaya dan keseharian teman-teman ontelis. Namun, di dalamnya juga ada unsur olahraga. Karena itu, komunitas ini bergabung dengan KORMI,” kata Denda.

Ia menilai, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi peluang bagi Kabupaten Pangandaran untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan potensi destinasi wisata kepada masyarakat luar daerah.

Meski demikian, Denda berharap kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta dan kemeriahan acara, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan belum tentu secara otomatis berdampak pada kenaikan omzet pedagang kecil maupun tingkat hunian penginapan.

Karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, pengelola penginapan hingga penyedia jasa transportasi, perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan.

Denda juga berharap Pangandaran Onthel Challenge dapat terus dilestarikan dan dikemas lebih menarik agar tidak hanya diminati kalangan pecinta sepeda tua, tetapi juga mampu menarik perhatian generasi muda.

“Kalau kegiatan ini bisa terus dilestarikan, dibudayakan, dan dikemas dengan lebih menarik mengikuti gaya anak-anak generasi sekarang, tentu akan semakin banyak yang tertarik,” ujarnya.

Antusiasme mengikuti kegiatan tersebut juga dirasakan rombongan ontelis asal Cilacap, Jawa Tengah. Perwakilan ontelis Cilacap, Sigit, mengatakan pihaknya datang bersama sekitar 25 personel yang berangkat dari daerah asal pada malam sebelum pelaksanaan acara.

Ia mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan rombongannya dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat tanpa kendala.

“Alhamdulillah, kami datang dari Cilacap untuk mengikuti event di Pangandaran. Semuanya penuh semangat dan tidak ada kendala. Seluruh acara yang ada di sini berjalan lancar,” ungkap Sigit.

Sigit berharap, kegiatan Pangandaran Onthel Challenge dapat terus diselenggarakan dengan konsep yang semakin baik sehingga mampu menarik lebih banyak komunitas sepeda tua dari berbagai daerah.

“Harapannya, ke depan Pangandaran bisa menggelar event yang lebih bagus lagi dan semakin semangat. Mudah-mudahan kegiatan di Pangandaran ini terus sukses untuk penyelenggaraan berikutnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pangandaran tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas sepeda tua lintas daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan wisata berbasis olahraga masyarakat dan budaya. Selain mempererat silaturahmi antarkomunitas, kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280