Pangandaran, inakor.id – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kabupaten Pangandaran menggelar Pangandaran Onthel Challenge 2026 sebagai ajang silaturahmi para penggemar sepeda ontel sekaligus sarana mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.
Kegiatan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini diawali dengan agenda warming up pada Sabtu (7/11/2026) malam. Sementara itu, kegiatan utama dijadwalkan berlangsung Minggu (8/11/2026), dengan titik start dari Islamic Center (IC), Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.
Dalam kegiatan utama tersebut, para ontelis dan ontelista akan diajak menjajal ketahanan sepeda sekaligus kemampuan fisik melalui perjalanan bersepeda mengelilingi sejumlah kawasan dan tempat usaha di Kabupaten Pangandaran dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer.

Ketua KOSTI Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh Suryaman, mengatakan Pangandaran Onthel Challenge tidak sekadar menjadi tantangan bagi para pengguna sepeda tua, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran para anggotanya.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menguji sepeda sekaligus para ontelis dan ontelista, sejauh mana ketahanan dan kekuatan fisiknya. Karena rata-rata usia mereka sudah sepuh, sehingga kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga vitalitas dan kesehatan,” ujar Agus dalam wawancara melalui WhatsApp, Sabtu (7/11/2026) malam.
Menurutnya, Pangandaran Onthel Challenge juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antarkomunitas sepeda ontel dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah peserta diundang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Selain kegiatan bersepeda, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan ngontel malam serta bazar kelitikan. Bazar tersebut menghadirkan berbagai perlengkapan, aksesori, dan benda-benda antik sepeda ontel yang memiliki nilai sejarah serta sudah sulit ditemukan.
Melalui bazar tersebut, para penggemar sepeda ontel dapat saling bertukar koleksi, melakukan transaksi jual beli hingga tukar tambah barang antik.
“Ini juga menjadi ajang peningkatan ekonomi bagi para pecinta sepeda ontel. Mereka bisa saling bertukar koleksi, membeli maupun melakukan tukar tambah berbagai perlengkapan sepeda yang unik dan langka,” jelasnya.
Agus menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi KOSTI Pangandaran untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Pangandaran kepada peserta dari luar daerah.
Kehadiran para ontelis dan ontelista diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat. Selama berada di Pangandaran, peserta diharapkan menikmati berbagai destinasi wisata, berbelanja, serta memanfaatkan produk dan jasa yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
“Tentu harapannya mereka bisa menikmati wisata Pangandaran, berbelanja dan sebagainya. Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita mendukung perputaran ekonomi di Kabupaten Pangandaran, sekaligus diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Agus.
Ke depan, KOSTI Kabupaten Pangandaran berharap Pangandaran Onthel Challenge dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Pasalnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang dinantikan komunitas penggemar sepeda ontel.
Bahkan, pihaknya berencana meningkatkan jarak tempuh pada penyelenggaraan berikutnya, dari sebelumnya sekitar 25 kilometer menjadi 35 hingga 50 kilometer.
“Dengan jarak yang lebih jauh, nantinya semakin banyak wilayah dan titik wisata yang bisa dijangkau. Ini juga menjadi kesempatan untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Pangandaran kepada para peserta dari berbagai daerah,” pungkasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)
- #agusteguhsuryaman
- #JawaBarat
- #KabupatenPangandaran
- #KOSTIPangandaran
- #Pangandaran
- #PangandaranOntelChallenge2026JadiMomentumPromosiWisatadanEkonomiDaerah
- #pangandaranonthelchallenge2026
- #PangandaranOnthelChallenge2026JadiMomentumPromosiWisatadanEkonomiDaerah
- Pangandaran Ontel Challenge 2026 Jadi Momentum Promosi Wisata dan Ekonomi Daerah
- Pangandaran Onthel Challenge 2026 Jadi Momentum Promosi Wisata dan Ekonomi Daerah



Tinggalkan Balasan