RABAT, inakor.id — Hubungan Spanyol dan Maroko kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya sorotan terhadap persoalan migrasi di Ceuta. Madrid membantah laporan mengenai dugaan penyusunan rencana kontinjensi untuk menghadapi Maroko dan menegaskan bahwa kerja sama bilateral dengan Rabat tetap berjalan.
Polemik tersebut mencuat setelah media Spanyol, Electomania, mengutip laporan RTVE mengenai dugaan adanya rencana darurat yang disiapkan otoritas Spanyol berkaitan dengan perkembangan situasi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko.
Pemerintah Spanyol kemudian membantah informasi tersebut. Madrid menegaskan tidak sedang menyiapkan rencana kontinjensi sebagaimana disebut dalam pemberitaan tersebut.
Sebaliknya, hubungan kedua negara tetap ditopang oleh kerja sama di sejumlah bidang, terutama perdagangan, energi, keamanan dan pengelolaan migrasi.
Perdagangan Jadi Penopang Hubungan Madrid-Rabat
Hubungan ekonomi menjadi salah satu fondasi penting dalam relasi Spanyol dan Maroko. Kedua negara memiliki hubungan perdagangan yang intensif dan melibatkan berbagai sektor ekonomi.
Nilai perdagangan bilateral pada 2024 dilaporkan mencapai rekor, dengan nilai transaksi melampaui 22 miliar dolar AS. Spanyol juga menjadi salah satu mitra ekonomi penting bagi Maroko di Eropa.
Kerja sama tersebut mencakup perdagangan barang, energi, industri, investasi dan berbagai aktivitas ekonomi lintas perbatasan.
Di sektor energi, perdagangan kedua negara juga terus berkembang. Produk energi dari Spanyol menjadi bagian dari arus perdagangan bilateral, sementara posisi geografis kedua negara membuat hubungan energi dan konektivitas menjadi bagian penting dari hubungan ekonomi mereka.
Migrasi Tetap Jadi Agenda Utama
Persoalan migrasi menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan Madrid-Rabat. Ceuta dan Melilla, dua kota otonom Spanyol di Afrika Utara, memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah Maroko.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan migrasi menjadi bagian dari agenda utama kerja sama kedua negara. Spanyol membutuhkan koordinasi dengan Maroko untuk mengelola pergerakan migran, sementara kedua negara juga berkepentingan menjaga stabilitas kawasan Selat Gibraltar dan Mediterania barat.
Di tengah isu tersebut, sejumlah kelompok politik di Spanyol memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah mengenai hubungan dengan Maroko. Partai Popular (PP) dan Vox termasuk pihak yang menyuarakan kritik terkait kebijakan migrasi dan hubungan Madrid dengan Rabat.
Pemerintah Spanyol, di sisi lain, mempertahankan pendekatan kerja sama dan menilai koordinasi dengan Maroko memiliki peran dalam pengelolaan persoalan migrasi.
Persisma Sambut Pendekatan Diplomasi
Perkembangan hubungan kedua negara turut mendapat perhatian dari Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma).
Presiden Persisma Wilson Lalengke menyatakan dukungan terhadap pendekatan dialog dan kerja sama yang ditempuh Spanyol dan Maroko.
“Kami di Persisma menyambut baik ketegasan Pemerintah Spanyol yang menolak narasi konfrontatif dan memilih jalur diplomasi konstruktif bersama Maroko,” ujar Wilson dari Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Wilson mengatakan persoalan migrasi di kawasan perbatasan seperti Ceuta perlu ditangani dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keamanan, kemanusiaan, ekonomi dan hubungan antarnegara.
“Kami optimistis dan meyakini bahwa kerja sama bilateral Spanyol dan Maroko akan berjalan sesuai rencana demi terciptanya kestabilan ekonomi dan keharmonisan sosial di kawasan Gibraltar,” katanya.
Ia juga menilai komunikasi antarpemerintah penting untuk mencegah persoalan perbatasan berkembang menjadi ketegangan diplomatik.
Dialog dalam Perspektif Habermas
Pendekatan dialog tersebut dapat dikaitkan dengan pemikiran filsuf Jerman Jürgen Habermas mengenai Communicative Action atau Tindakan Komunikatif.
Dalam teorinya, Habermas membahas pentingnya komunikasi rasional dan pencarian pemahaman bersama dalam kehidupan sosial. Konsep tersebut kemudian banyak digunakan dalam kajian mengenai komunikasi, demokrasi dan penyelesaian konflik.
Dalam konteks hubungan internasional, dialog tidak secara otomatis menghilangkan perbedaan kepentingan antarnegara. Namun, komunikasi diplomatik dapat menjadi salah satu mekanisme untuk mengelola perbedaan tersebut dan mencari titik temu.
Hubungan Spanyol dan Maroko saat ini memperlihatkan adanya kepentingan bersama yang mencakup perdagangan, energi, keamanan serta pengelolaan migrasi.
Dengan posisi geografis yang berdekatan dan keterkaitan ekonomi yang kuat, hubungan Madrid-Rabat tetap menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika kawasan Mediterania barat. Persoalan Ceuta dan migrasi menjadi bagian dari agenda tersebut, sementara kedua pemerintah terus mempertahankan jalur komunikasi dan kerja sama bilateral.***
(Agit/ Agus Giantoro/ Redaksi)



Tinggalkan Balasan