Pangandaran, inakor.id – Anak laki-laki berinisial A, warga Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Kabar tersebut dipastikan setelah Bhabinkamtibmas Desa Cijulang, Briptu Agus, melakukan pengecekan kepada pihak keluarga pada Senin (14/9/2026) malam.
Pihak keluarga membenarkan bahwa A telah ditemukan. Setelah mendapatkan kabar tersebut, keluarga kemudian menjemput A untuk membawanya kembali ke Pangandaran.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, A diketahui meninggalkan rumah pada Minggu sore setelah terjadi perbedaan pendapat dengan orang tua terkait pilihan jurusan sekolah.
Pilihan jurusan tersebut sebelumnya diarahkan oleh orang tua, sementara A memiliki keinginan berbeda mengenai bidang pendidikan yang ingin ditempuhnya.
Dari rumah, A kemudian menuju Terminal Cijulang dan melanjutkan perjalanan ke Ciamis. Perjalanan kemudian diteruskan menuju Yogyakarta.
Saat berada di Yogyakarta, A memperoleh informasi mengenai kesempatan bekerja di Bali. Ia selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Bali dan sempat bekerja di wilayah tersebut.
Dalam perjalanan tersebut, A kemudian menghubungi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolahnya. Kepada guru BK, A menyampaikan keinginannya untuk pulang dan meminta agar keluarganya menjemput.
Guru BK kemudian berkomunikasi dengan pihak keluarga. Setelah adanya komunikasi tersebut, keluarga berangkat menjemput A hingga akhirnya bertemu di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Mewakili Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdina mengingatkan pentingnya pendampingan keluarga setelah A kembali ke rumah.
“Yang paling penting saat ini anak sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengimbau orang tua agar terus memberikan pendampingan, perhatian, dan komunikasi yang baik kepada anak, termasuk dalam hal pendidikan maupun pilihan yang berkaitan dengan masa depannya,” ujar Aiptu Yusdina saat dikonfirmasi melalui chat, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak perlu terus dibangun. Hal tersebut dinilai penting agar setiap persoalan, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan rencana masa depan, dapat dibicarakan bersama.
Kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu selama proses pencarian A.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel kepolisian yang telah berupaya melakukan pencarian, masyarakat Pangandaran, serta masyarakat Indonesia yang ikut membantu memberikan informasi dan menyebarluaskan kabar pencarian. Kepedulian bersama ini sangat membantu hingga akhirnya anak dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Setelah ditemukan, A kini telah kembali bersama keluarganya dan berada dalam pendampingan orang tua.
Kepolisian berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan saling memahami antara orang tua dan anak, terutama ketika menghadapi perbedaan pandangan terkait pendidikan maupun rencana masa depan.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan