Pangandaran, inakor.id — Langit Pangandaran dipenuhi berbagai atraksi penerbangan dalam gelaran Pangandaran Air Show 2026 yang berlangsung di Susi International Beach Strip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam kesempatan itu, Dedi menyatakan dukungannya agar Pangandaran Air Show tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dikembangkan menjadi agenda yang digelar secara berkelanjutan setiap tahun.

banner 336x280

Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengambil bagian dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.

“Insya Allah, setiap tahun kegiatan ini akan terus diselenggarakan,” ujar Dedi.

Bagi Dedi, keberadaan air show di Pangandaran memiliki nilai lebih dari sekadar menghadirkan hiburan bagi wisatawan. Kegiatan tersebut dinilai dapat membuka wawasan masyarakat mengenai potensi Indonesia yang tidak hanya bertumpu pada wilayah daratan.

Ia menyoroti luasnya ruang laut dan udara Indonesia yang menurutnya masih belum sepenuhnya dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.

“Kita ini sebenarnya bangsa kelautan dan bangsa yang memiliki potensi di bidang udara. Namun, cara pandang kita terhadap keduanya masih sangat terbatas,” katanya.

Dedi menilai generasi muda perlu mendapatkan kesempatan lebih besar untuk mengenal potensi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai laut dan udara penting dibangun sejak dini agar generasi penerus tidak melihat pembangunan Indonesia hanya dari perspektif daratan.

Ia pun berharap Pangandaran Air Show dapat menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda di Jawa Barat.

“Semoga Ibu Susi membawa kita semua, generasi muda Jawa Barat, termasuk Gen Z Jawa Barat, untuk memahami bahwa lautan kita sangat luas dan udara kita jauh lebih luas,” ucapnya.

 

Pemprov Jabar Mulai Buka Dukungan

Dalam pernyataannya, Dedi mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pangandaran Air Show sebelumnya belum mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, setelah melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan tersebut, ia menyatakan Pemprov Jabar akan memberikan dukungan.

“Tadi Ibu Susi menyampaikan kepada saya bahwa kegiatan ini belum mendapat dukungan dari pemprov. Mulai sekarang, saya akan memberikan dukungan,” kata Dedi.

Komitmen tersebut menjadi peluang bagi Pangandaran untuk mengembangkan air show sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan. Namun, keberlanjutan kegiatan tentunya membutuhkan perencanaan yang lebih matang, mulai dari konsep acara, kesiapan lokasi, keselamatan penerbangan, infrastruktur pendukung hingga strategi promosi.

Jika diarahkan menjadi agenda tahunan, event tersebut juga diharapkan mampu memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta berbagai usaha yang bergantung pada aktivitas pariwisata.

 

Konektivitas Udara Jadi Perhatian

Dedi turut menceritakan pengalamannya ketika menggunakan pesawat Susi Air dalam perjalanan menuju Pangandaran. Ia mengaku pernah merasakan momen yang cukup menegangkan saat pesawat melakukan pendaratan.

Cerita tersebut disampaikan secara ringan, tetapi sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan aktivitas penerbangan di Pangandaran membutuhkan kesiapan fasilitas dan aspek keselamatan yang memadai.

Menurutnya, pengembangan potensi udara semestinya berjalan beriringan dengan peningkatan konektivitas dan kesiapan infrastruktur daerah. Dengan demikian, keberadaan event dirgantara tidak hanya menarik wisatawan untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga dapat membuka pembicaraan lebih luas mengenai akses menuju Pangandaran.

Air show pun diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa sektor udara memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya dalam mendukung pariwisata.

 

Kebersihan Pangandaran Jadi Sorotan

Di tengah dukungannya terhadap penyelenggaraan Pangandaran Air Show, Dedi juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan di kawasan wisata.

Ia mengingatkan bahwa daya tarik destinasi tidak cukup hanya dibangun melalui event besar. Kebersihan dan penataan kawasan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang baik.

Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus melakukan pembenahan terhadap kawasan yang dinilai masih kumuh.

“Semoga bupatinya terus menjaga kebersihan lingkungan. Area yang kumuh segera dibenahi. Karena bupatinya sudah tampil baik, Pangandaran juga tidak boleh memiliki kawasan kumuh,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Sebab, meningkatnya aktivitas wisata harus diikuti dengan kemampuan daerah menyediakan lingkungan yang bersih, fasilitas publik yang layak, akses transportasi yang memadai, serta pelayanan wisata yang semakin baik.

Pangandaran Air Show 2026 pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai atraksi di langit. Jika benar dikembangkan menjadi agenda tahunan, kegiatan ini dapat diarahkan sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan potensi udara dan laut Indonesia kepada masyarakat.

Keberlanjutan event juga akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku usaha, masyarakat, serta berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengembangan pariwisata Pangandaran.

Menutup kehadirannya dalam kegiatan tersebut, Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat menikmati gelaran dirgantara yang menjadi salah satu daya tarik baru bagi Pangandaran.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, mari kita terbang di udara dalam Pangandaran Air Show 2026,” ujar Dedi.

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280