KUDUS, INAKOR.ID – Selama lebih dari dua dekade, warga Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menanti hadirnya akses penghubung yang dapat memudahkan aktivitas mereka. Penantian panjang itu akhirnya berbuah nyata setelah Jembatan Garuda Merah Putih di atas Sungai Loguk resmi digunakan, Rabu (2/9/2026).
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meresmikan pengoperasian jembatan yang menghubungkan Desa Tanjungrejo dengan Desa Klaling tersebut. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan disaksikan Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., jajaran Forkopimda, pejabat Kodam IV/Diponegoro, serta masyarakat.
Jembatan yang berada di RT 03/RW 06 Dukuh Kedungmojo ini menjadi akses baru bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan jalur penghubung. Kehadirannya membuka konektivitas antardesa sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat menuju permukiman, lahan pertanian dan berbagai fasilitas lainnya.
Bagi masyarakat, jembatan tersebut bukan sekadar konstruksi beton. Akses yang sebelumnya terbatas kini menjadi jalur yang dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas kendaraan dan distribusi hasil pertanian. Kemudahan akses itu diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Pangdam IV/Diponegoro menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam, Korem dan Kodim turut mendukung program tersebut dengan memprioritaskan pembangunan di wilayah yang benar-benar membutuhkan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Hingga saat ini, Kodam IV/Diponegoro bersama jajarannya telah menyelesaikan pembangunan 311 jembatan di berbagai wilayah. Pembangunan tersebut akan terus dilanjutkan dengan target sedikitnya 100 jembatan tambahan di wilayah Jawa Tengah.
Penentuan lokasi pembangunan selanjutnya akan mempertimbangkan usulan masyarakat dan skala prioritas. Terutama wilayah yang belum memiliki akses penghubung antardesa, memiliki kebutuhan mendesak, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Program pembangunan jembatan tersebut juga memiliki kaitan erat dengan akses pendidikan. Masih terdapat anak-anak sekolah di sejumlah wilayah yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, terutama ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi para pelajar.
Karena itu, pembangunan jembatan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga dan kegiatan ekonomi, tetapi juga memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan.
Pangdam juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi, tetapi berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Jembatan yang menghubungkan wilayah yang belum memiliki akses memadai serta memiliki penerima manfaat yang besar menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mengajak masyarakat Desa Tanjungrejo untuk ikut memiliki, menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Perawatan secara bersama dinilai penting agar infrastruktur tersebut dapat bertahan lama dan manfaatnya tetap dirasakan hingga generasi berikutnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan TNI dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Kudus. Keberadaan jembatan tersebut dinilai memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menopang mobilitas harian, akses pendidikan dan aktivitas perekonomian warga.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Masyarakat Desa Tanjungrejo pun diharapkan turut menjaga serta memanfaatkan jembatan tersebut untuk kepentingan bersama.
Usai prosesi peresmian, Pangdam bersama rombongan meninjau langsung konstruksi Jembatan Garuda Merah Putih. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jembatan sekaligus memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Kehadiran Pangdam di lokasi mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejumlah pelajar dan warga turut hadir menyaksikan peresmian jembatan yang selama ini dinantikan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga menyerahkan bingkisan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung di tingkat desa.
Kegiatan turut dihadiri Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, Kabalakdam IV/Diponegoro, Danrem 073/Makutarama Forkopimda Kabupaten Kudus, para pimpinan OPD Kabupaten Kudus, unsur TNI-Polri, perangkat Kecamatan Jekulo dan Desa Tanjungrejo, mahasiswa, pelajar serta masyarakat setempat.
(Jun/Sumber Pendam IV/Diponegoro)



Tinggalkan Balasan