KOTA BANDUNG, inakor.id – Festival Pelayanan AHU Berdampak Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Hukum Republik Indonesia di Trans Hotel Bandung, Jalan Gatot Subroto Nomor 289, Kota Bandung, Senin (31/8/2026), memberikan wawasan baru bagi para pelaku usaha mengenai pentingnya penguatan legalitas dan keberlanjutan bisnis.

Salah seorang peserta, pengusaha asal Jawa Barat yang bergerak di bidang pakan ayam, sayuran, dan buah-buahan, Rudi Herdianto, mengaku memperoleh sejumlah edukasi yang dinilai penting untuk mendukung perkembangan usahanya.

banner 336x280

Usai mengikuti kegiatan, Rudi menyampaikan bahwa materi dan informasi yang diperolehnya menjadi dorongan untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah. Menurutnya, menjadi seorang pengusaha tidak cukup hanya berfokus pada aktivitas penjualan, tetapi harus memiliki orientasi jangka panjang.

“Setelah mendapatkan edukasi dari acara ini, tentunya apa yang menjadi harapan saya mudah-mudahan bisa membawa kemajuan,” ujar Rudi saat ditemui awak media seusai acara.

Rudi kemudian menceritakan perjalanan usahanya yang tidak dibangun secara instan. Ia mengawali aktivitas kewirausahaan sekitar 2015–2016 dengan berjualan es krim.

Dari pengalaman tersebut, ia mulai memahami bahwa membangun usaha bukan semata-mata mengenai bagaimana produk dapat terjual, tetapi juga bagaimana bisnis mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

“Kalau ingin menjadi seorang pengusaha itu tidak hanya berorientasi pada jualan, tetapi juga harus berorientasi pada sustainability atau keberlanjutan,” jelasnya.

Memasuki 2017–2018, Rudi mulai melakukan pengembangan sistem usaha dan mempersiapkan fondasi perusahaan agar kegiatan bisnisnya dapat berjalan lebih terstruktur.

Menurutnya, proses membangun perusahaan kemudian semakin serius dilakukan setelah melewati masa pandemi Covid-19. Sejak sekitar 2021 hingga saat ini, ia bersama dua rekannya terus menjalankan dan mengembangkan usaha tersebut.

Perjalanan panjang itu, kata Rudi, mulai menunjukkan hasil positif. Ia menyebut perkembangan pasar yang semakin terbuka turut mendorong peningkatan omzet perusahaan.

“Dari mulai 2021 sampai hari ini, saya bersama rekan terus berjalan. Alhamdulillah, kalau bicara omzet, terus meningkat,” ungkapnya.

Rudi mengatakan, peningkatan tersebut semakin terasa setelah pihaknya melakukan pengembangan konsep usaha. Ia bahkan menyebut pertumbuhan bisnis mencapai sekitar 500 hingga 600 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Setelah pembangunan konsep kami meningkat 500–600 persen. Sebelumnya kisaran 30 sampai 40, sekarang market-nya sudah ada,” katanya.

Meski demikian, pertumbuhan pasar yang semakin besar juga menghadirkan tantangan baru. Rudi mengakui bahwa keterbatasan modal menjadi salah satu kendala yang kini dihadapi dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar dan memperluas skala usahanya.

Menurutnya, keberadaan pasar yang sudah terbentuk perlu diimbangi dengan dukungan permodalan agar kapasitas produksi maupun distribusi dapat terus ditingkatkan.

“Sekarang market sudah ada, kami kurang di modal. Jadi sekarang kami membutuhkan tambahan modal,” tuturnya.

Ia berharap edukasi dan informasi yang diperoleh melalui Festival Pelayanan AHU Berdampak 2026 dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pondasi usaha, termasuk dari sisi legalitas, tata kelola, serta pengembangan bisnis ke depan.

Rudi menilai penguatan aspek hukum dan kelembagaan merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah usaha. Dengan fondasi yang semakin kuat, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Festival Pelayanan AHU Berdampak 2026 sendiri menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pemahaman mengenai layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) serta berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Bagi Rudi, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut semakin menegaskan bahwa perjalanan menjadi pengusaha membutuhkan proses panjang, kemampuan beradaptasi, pengelolaan yang baik, serta visi untuk membangun usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

(Wawat S/inakor.id)

 

banner 336x280