Pangandaran, inakor.id – Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Parigi meminta jajaran organisasi di tingkat Kabupaten Pangandaran mengambil langkah organisatoris menyikapi polemik di media sosial yang turut menyeret nama Ketua DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayat alias Away.

Ketua PK KNPI Kecamatan Parigi, Ismail Husni, mengatakan pihaknya menyampaikan sikap tersebut karena dinamika yang berkembang di ruang publik dinilai telah berpengaruh terhadap citra organisasi. Terlebih, dalam sejumlah unggahan yang beredar, nama maupun atribut KNPI turut dicantumkan.

banner 336x280

Menurut Ismail, penting bagi semua pihak untuk membedakan persoalan yang bersifat pribadi dengan urusan kelembagaan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Kami memandang persoalan yang berkaitan dengan Saudara Wahyu Hidayat merupakan ranah pribadi yang bersangkutan. Hal tersebut tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan organisasi maupun seluruh jajaran KNPI,” kata Ismail, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, dinamika tersebut juga dirasakan di tingkat kecamatan. Menurutnya, kondisi yang berkembang di tingkat kabupaten sempat memberikan dampak terhadap komunikasi dan pembinaan organisasi di tingkat bawah.

PK KNPI Parigi, lanjut Ismail, berharap persoalan tersebut dapat segera disikapi melalui mekanisme organisasi. BPH DPD KNPI Kabupaten Pangandaran bersama Majelis Pemuda Indonesia (MPI) diminta melakukan langkah yang dianggap perlu untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi.

“Kami berharap ada penyelesaian melalui mekanisme dan aturan organisasi. BPH DPD KNPI bersama MPI perlu menentukan langkah yang tepat sehingga persoalan yang berkembang tidak terus mengganggu kerja-kerja kepemudaan di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ismail menegaskan, PK KNPI Parigi tidak ingin persoalan personal seseorang berkembang menjadi persepsi bahwa hal tersebut merupakan bagian dari sikap atau kebijakan organisasi.

Ia juga mengajak masyarakat dan kalangan media melihat persoalan secara proporsional dengan tetap memisahkan antara individu yang bersangkutan dan institusi KNPI.

“Kami meminta publik melihat persoalan ini secara objektif. Jangan sampai dinamika yang bersifat personal kemudian digeneralisasi sebagai persoalan kelembagaan KNPI secara keseluruhan,” katanya.

PK KNPI Kecamatan Parigi berharap adanya langkah organisatoris yang jelas dapat menjaga komunikasi internal sekaligus memastikan program dan aktivitas kepemudaan di tingkat kecamatan tetap berjalan sebagaimana mestinya.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280