Pangandaran, inakor.id — Sebanyak 164 siswa madrasah dari Kabupaten Pangandaran dipastikan ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Posmad/Porseni) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka akan berkompetisi di Kota Tasikmalaya pada 22–29 Agustus 2026.
Pelepasan kontingen Pangandaran dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum para peserta bertolak menuju arena kompetisi. Selain menargetkan prestasi, para siswa dibekali pesan untuk menjaga sportivitas, disiplin, serta nama baik daerah selama mengikuti pertandingan.

Ketua Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM) Kabupaten Pangandaran, Dede Zenal Arifin, mengatakan ajang olahraga dan seni menjadi sarana penting untuk mengembangkan kemampuan siswa di luar bidang akademik.
Menurutnya, peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus membentuk karakter melalui pengalaman berkompetisi.
“Pendidikan madrasah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, minat, karakter, sportivitas, serta nilai-nilai keagamaan peserta didik,” ujar Dede saat diwawancarai wartawan, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan peserta dilakukan secara bertahap melalui kompetisi dari tingkat kecamatan hingga jenjang yang lebih tinggi. Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga belajar menghadapi tekanan dan persaingan.
Dede menyebutkan, partisipasi madrasah di Kabupaten Pangandaran dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Sekitar 20 madrasah terlibat dalam rangkaian kegiatan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 550 siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 164 siswa terpilih menjadi bagian dari kontingen yang mewakili Pangandaran pada tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Pada jenjang MI, terdapat 47 peserta yang mengikuti sembilan mata lomba. Kemudian jenjang MTs mengirimkan 58 peserta untuk 11 mata lomba, sedangkan jenjang MA diikuti 59 peserta dengan 12 mata lomba.
Secara keseluruhan, kontingen Pangandaran mengikuti 32 mata lomba pada ajang tingkat provinsi tersebut.
“Semoga kita dapat melesat di Provinsi Jawa Barat dan memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Pangandaran,” kata Dede.
Meski demikian, Dede mengingatkan peserta agar tidak menjadikan medali atau gelar juara sebagai satu-satunya tujuan. Menurut dia, pengalaman selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Siswa diharapkan mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang dewasa. Kemampuan menghormati lawan, mematuhi aturan pertandingan, mengendalikan emosi dan tetap percaya diri menjadi bagian dari keberhasilan yang perlu dibangun.
Pesan serupa disampaikan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami. Ia menilai pengembangan prestasi peserta didik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari cara meraih prestasi dengan menjunjung nilai moral dan sportivitas,” ujar Citra.
Ia meminta seluruh peserta memberikan kemampuan terbaik ketika bertanding di tingkat provinsi. Namun, ambisi meraih prestasi harus tetap dibarengi dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan nama baik Kabupaten Pangandaran.
“Harus mampu berprestasi dan menjadi juara, tetapi yang terpenting adalah menjaga nama baik Kabupaten Pangandaran,” katanya.
Keikutsertaan dalam Posmad 2026 menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam lingkungan kompetisi yang lebih luas.
Bagi pemerintah daerah dan pihak madrasah, keberangkatan kontingen tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi generasi muda. Pembinaan di bidang olahraga dan seni dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar kemampuan siswa dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dukungan berupa fasilitas, pelatih, program pembinaan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan prestasi siswa madrasah.
Kontingen Pangandaran kini membawa harapan untuk tampil maksimal di Kota Tasikmalaya. Namun, lebih dari sekadar mengejar kemenangan, para peserta diharapkan pulang dengan pengalaman, karakter, dan semangat berkompetisi yang semakin matang.
Nama Kabupaten Pangandaran pun menjadi tanggung jawab yang mereka bawa selama berada di arena Posmad tingkat Provinsi Jawa Barat.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan