Pangandaran, inakor.id – Pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalikin Padaherang, KH. Luthfi Fauzi, kembali memberikan penjelasan terkait rencana pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pangandaran yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian publik.
KH. Luthfi Fauzi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan pernyataan maupun postingannya terkait rencana pendirian IAIN Pangandaran.
“Perencanaan IAIN Pangandaran sudah lama dan sudah banyak yang terlibat. Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dan yang membaca postingan saya, yang minggu-minggu ini bikin gaduh,” ujar KH. Luthfi Fauzi via pesan WhatsApp, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan, dirinya secara pribadi merupakan bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Karena itu, ia turut mendoakan agar proses pendirian IAIN Pangandaran dapat berjalan sesuai dengan rencana.
“Saya secara pribadi yang merupakan keluarga besar PTKIS & PTKIN (Keluarga Besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta/Negeri) mendoakan semoga semuanya berjalan sesuai rencana, bermanfaat bagi semua dan mendapatkan ridlo Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamiin,” katanya.
KH. Luthfi Fauzi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses perencanaan IAIN Pangandaran. Ia berharap perbedaan pandangan yang sempat muncul tidak mengganggu hubungan silaturahmi antarpihak.
“Mohon maaf. Terima kasih. Salam silaturahmi dan salam hormat,” ucapnya.
Menurut KH. Luthfi, pesantren selama ini memiliki peran dalam mendorong masyarakat, khususnya para santri dan lulusan pesantren, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia menyebut Ksatria Nusantara Pesantren Riyadussalikin sebagai salah satu bagian dari lingkungan pesantren yang selama ini banyak berkontribusi dalam mengantarkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, baik PTKIS maupun PTKIN, termasuk IAIN dan UIN.
“Ksatria Nusantara Pesantren Riyadussalikin merupakan penyumbang terbanyak di Kabupaten Pangandaran yang meneruskan ke PTKIS/PTKIN atau IAIN, UIN,” ujarnya.
Pernyataan terbaru tersebut menjadi bagian dari perkembangan pembahasan rencana pendirian IAIN Pangandaran. Sebelumnya, KH. Luthfi Fauzi juga menyampaikan sejumlah pandangan dan meminta agar rencana tersebut dikaji secara komprehensif.
Dengan klarifikasi terbarunya, ia berharap pembahasan mengenai IAIN Pangandaran dapat berlangsung secara kondusif dan tetap mengedepankan silaturahmi serta kepentingan pendidikan masyarakat Kabupaten Pangandaran.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan