SERANG, Inakor.id – Pemerintah Kabupaten Serang mendorong pengembangan budidaya bawang merah untuk meningkatkan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain. Jum’at (21/8/2026)

Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh perwakilan Baperida, dan Bagian Perekonomian Kabupaten Serang dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap Bantuan Pemerintah terhadap petani bawang di wilayah Kramatwatu sekaligus mendukung program Bupati Serang dalam hal kemandirian pangan.

banner 336x280

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang Suharjo S.Pi, M.M ,”mengatakan
upaya itu dilakukan melalui kegiatan panen bawang merah di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Kebutuhan bawang merah di Kabupaten Serang masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan produksi daerah.

Menurut Suhardjo, kebutuhan bawang merah masyarakat sekitar 3 kilogram per jiwa pertahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, kebutuhan bawang merah Kabupaten Serang mencapai sekitar 5.025 ton per tahun,”ujarnya

“Kebutuhan per bulan sekitar 409 ton. Kalau dihitung per minggu sekitar 82 ton,” kata Suhardjo.

Sementara itu, produksi bawang merah Kabupaten Serang pada tahun sebelumnya hanya sekitar 74 ton dari target 76 ton.
Dengan kondisi tersebut, produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan hanya mencukupi sebagian kecil kebutuhan dalam waktu singkat.

“Makanya kita menggerakkan untuk mencoba merintis menanam bawang ini supaya memenuhi kebutuhan kita sendiri,”tuturnya

Pengembangan bawang merah tidak hanya dilakukan di Kecamatan Kramatwatu. Program serupa juga dikembangkan di Kecamatan Mancak, Padarincang, dan Lebakwangi,”
terangnya

“Kita mengembangkan bukan hanya di Kramatwatu. Kita ada di Mancak, Padarincang, kemudian Lebakwangi,” katanya.

Bantuan Bibit dan Pupuk
program pengembangan bawang merah tersebut mendapat dukungan melalui APBD Kabupaten Serang.

Bantuan yang diberikan kepada kelompok tani berupa bibit bawang merah dan pupuk.

Menurutnya salah satu kendala yang masih dihadapi adalah (SDM) keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki pengalaman dalam budidaya bawang merah.

“Untuk mengatasinya, pemerintah mendatangkan tenaga berpengalaman dari Brebes sekaligus melatih masyarakat setempat.

“Kita juga mendatangkan tenaga dari brebes. sedikitnya kita melatih warga sekitar untuk bisa bertani bawang, bagaimana memelihara, memanen bawang, sampai dari bibit menjadi tanaman untuk konsumsi.

Saya berharap pengembangan budidaya bawang merah dapat terus berkembang sehingga kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang secara bertahap dapat dipenuhi dari produksi sendiri.

“Harapan kita mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri,”Jelasnya

Rasito Ketua Kelompok Tani Sumber Bawang Desa Toyomerto mengatakan kelompoknya mendapatkan bantuan bibit bawang merah dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang.

Bibit tersebut kemudian dimanfaatkan untuk ditanam di lahan pertanian.

“Alhamdulillah kita manfaatkan. Saya tanam bawang, tapi sekarang karena kurang hujan, panennya paling sekitar 80 persen. Panas sekali, tidak turun hujan,” kata Rasito.

Meski hasil panen belum maksimal, Rasito tetap bersyukur. Ia mengatakan kondisi cuaca yang minim hujan turut menjadi tantangan bagi petani bawang merah.

Dalam program tersebut, satu desa mendapatkan bantuan sekitar satu ton bibit untuk satu kelompok. Dengan empat kelompok tani, total bantuan mencapai sekitar empat ton.

Menurut Rasito, satu ton bibit dapat digunakan untuk penanaman di lahan sekitar satu hektare. Dalam kondisi ideal, satu hektare lahan dapat menghasilkan hingga sekitar 10 ton bawang merah.

Namun, hasil panen sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pemeliharaan tanaman.

Rasito mengatakan, sebagian hasil panen akan disiapkan kembali sebagai bibit untuk penanaman berikutnya.

“Kita rencana bibitkan lagi untuk benih. Rencananya mau ditanam bulan November,” ujarnya.

Diharapkan Dukung Pengendalian Inflasi
Bagian Ekonomi Kabupaten Serang melalui Aji mengatakan pihaknya turut melakukan pemantauan terhadap pengembangan bawang merah tersebut,”ujarnya

Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan ekonomi dan penguatan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Aji bagian Perekonomian (Setda ) Kabupaten. Serang ia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa membantu mencukupi kebutuhan bawang merah yang ada di Kabupaten Serang,”

Menurut dia, Kabupaten Serang selama ini masih bekerja sama dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan bawang merah.

Karena itu, peningkatan produksi lokal dinilai penting agar pasokan dari luar daerah dapat ditekan secara bertahap.
Pengembangan bawang merah di Toyomerto dan sejumlah wilayah lainnya diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan Pangan,”tutupnya

(Rohim)

banner 336x280