Kota Bandung, inakor.id – Turnamen Kapolda Cup Esports Jawa Barat 2026 menjadi momentum penting dalam upaya menjaring bibit-bibit atlet esports berbakat yang akan mewakili Jawa Barat pada ajang Kapolri Esports Cup 2026 tingkat nasional.

Kompetisi yang digelar di Graha Lodakara, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Minggu (12/7/2026) itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk dukungan Polri terhadap perkembangan olahraga elektronik di Indonesia.

banner 336x280

Perwakilan Event Organizer, Kristian Suryadi, menjelaskan bahwa Kapolda Cup merupakan tahapan seleksi daerah sebelum berlangsungnya Kapolri Esports Cup yang akan digelar di Jakarta pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

“Kapolda Cup menjadi ajang pencarian bibit dan regenerasi atlet esports Indonesia. Polri memberikan ruang bagi para pemain muda agar mereka memiliki wadah untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya.

Menurut Kristian, proses seleksi telah dimulai sejak Juni 2026 melalui babak kualifikasi yang dilaksanakan di 23 Polres se-Jawa Barat. Dari setiap Polres dipilih juara pertama dan kedua untuk kemudian bertanding pada babak final Kapolda Cup Jawa Barat.
“Dari seluruh proses seleksi tersebut, akhirnya terpilih 32 tim terbaik yang bertanding di tingkat provinsi untuk memperebutkan tiket menuju Kapolri Esports Cup,” jelasnya.

Ia menambahkan, Jawa Barat mendapat kehormatan memperoleh tiga slot perwakilan pada ajang nasional, sehingga tiga tim terbaik nantinya akan membawa nama Jawa Barat di tingkat Indonesia.

Kristian menjelaskan bahwa peserta yang diperbolehkan mengikuti kompetisi merupakan pemain berusia 16 tahun ke atas, sesuai arahan federasi esports nasional.

Rentang usia tersebut dipilih sebagai tahap awal pembinaan sebelum para atlet memasuki usia ideal untuk tampil pada kejuaraan internasional seperti SEA Games maupun Asian Games, yang umumnya mensyaratkan usia minimal 18 tahun.

“Selama dua tahun sebelum memasuki level internasional, para atlet tidak hanya dipersiapkan dari sisi kemampuan bermain, tetapi juga mental bertanding. Karena itu kami menghadirkan panggung kompetisi dengan standar profesional agar mereka terbiasa merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya,” katanya.

Kapolda Cup juga menjadi wadah khusus bagi pemain amatir. Panitia membuka pendaftaran secara umum, namun tidak memperbolehkan atlet profesional yang pernah tampil pada kompetisi resmi tingkat tertinggi seperti MPL maupun MDL.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain-pemain baru. Mereka yang sudah pernah bermain di kompetisi profesional tidak diperbolehkan ikut karena tujuan utama turnamen ini adalah regenerasi atlet,” ujar Kristian.

Ia menilai penyelenggaraan Kapolda Cup merupakan langkah strategis Polri dalam mendekatkan diri kepada generasi muda melalui dunia esports yang kini semakin diminati.

“Kalau sebelumnya peringatan Hari Bhayangkara identik dengan cabang olahraga konvensional seperti bulu tangkis atau futsal, kini Polri melihat bahwa tren olahraga digital berkembang sangat pesat. Esports menjadi jembatan untuk menjangkau generasi Z dan generasi Alpha,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kristian menegaskan bahwa esports bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kompetisi mengajarkan komunikasi, kerja sama tim, disiplin, pengendalian emosi, hingga mental bertanding yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Bedakan antara bermain dan bertanding. Dalam sebuah pertandingan ada tanggung jawab, ada tekanan, ada kerja sama tim, dan ada pembentukan karakter. Semua pengalaman itu akan berguna, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Menurutnya, prestasi di dunia esports harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik.

“Kalau ingin menjadi satu persen pemain terbaik, tentu harus bekerja keras dan berkorban. Tetapi jangan pernah meninggalkan pendidikan, karena kemampuan intelektual dan prestasi di esports harus saling mendukung,” pesannya.

Di akhir wawancara, Kristian menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Barat yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen hingga berlangsung sukses.

“Kami dari panitia Event Organizer sangat bersyukur. Terima kasih kepada jajaran Polda Jawa Barat yang begitu antusias dan memberikan dukungan penuh sehingga seluruh rangkaian Kapolda Cup Esports Jawa Barat dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” tutupnya.

Melalui penyelenggaraan Kapolda Cup Esports, Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga digital, tetapi juga membuka ruang pembinaan atlet muda Indonesia sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan semangat berprestasi bagi generasi penerus bangsa.**

(Wawat S)

banner 336x280