SIGI, inakor.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi dampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., M.H. mendampingi Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. bersama unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah dan Forkopimda Kabupaten Sigi meninjau langsung lokasi terdampak gempa di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Kehadiran rombongan tidak hanya untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang sedang berupaya bangkit pascabencana.
Peninjauan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Gubernur Sulawesi Tengah, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, serta Danrem 132/Tadulako. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Sementara itu, unsur Forkopimda Kabupaten Sigi yang turut mendampingi terdiri dari Bupati Sigi, Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Dandim 1306/Kota Palu, dan Kajari Sigi, serta jajaran perangkat daerah dan instansi terkait di Kabupaten Sigi.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
Rombongan kemudian mengawali kunjungan di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Kantor Camat Nokilalaki berdialog dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi, dampak kerusakan, serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Selanjutnya, rombongan meninjau rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa, serta Posko Brimob di halaman SD Inpres 1 Desa Kamarora untuk memastikan kesiapan personel dalam mendukung penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga mengatakan Polres Sigi terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Sigi, serta instansi terkait lainnya dalam mendukung penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki.
“Polres Sigi akan terus hadir di tengah masyarakat terdampak gempa, baik dalam mendukung penyaluran bantuan, pelayanan kemanusiaan, maupun menjaga keamanan selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar AKBP Kari Amsah Ritonga.
Berdasarkan data sementara per 17 Juni 2026 pukul 07.00 Wita, gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki mengakibatkan 74 warga mengalami luka-luka, terdiri dari 3 orang luka berat dan 71 orang luka ringan. Selain itu, satu warga lanjut usia berusia 64 tahun dilaporkan meninggal dunia yang diduga akibat serangan jantung atau hipertensi saat berupaya menyelamatkan anggota keluarganya ketika gempa terjadi. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada 1.360 unit rumah, puluhan rumah ibadah dan fasilitas umum, serta mengakibatkan 5.744 jiwa dari 1.813 kepala keluarga mengungsi di sejumlah lokasi terdampak.
Kehadiran Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Sigi, jajaran pemerintah, TNI, dan Polri di lokasi terdampak menjadi wujud komitmen bersama dalam mempercepat penanganan bencana, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta mendukung percepatan proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi. (Jamal)



Tinggalkan Balasan