GORONTALO, inakor.id – Upacara 17-an merupakan agenda rutin bulanan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, upacara ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memantapkan komitmen terhadap Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Dalam hal itu, Korem 133/Nani Wartabone melaksanakan Upacara Bendera 17-an diawal bulan November sebagai wujud kesiapan dalam menjaga kedaulataan negara dan keutuhan NKRI, kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Upacara Makorem 133/NW, jalan Trans Sulawesi, Desa Tridharma, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Senin (17/11/2025).

banner 336x280

Upacara Bendera 17-an Bulan November 2025, bertindak selaku Inspektur Upacara Kolonel Inf Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M., dan sebagai Komandan Upacara Kapten Inf Supriyono serta diikuti seluruh Prajurit, PNS Makorem 133/NW beserta jajaran.

Pada upacara tersebut, Inspektur Upacara, membacakan Amanat KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat, atas dedikasi dan kerja keras bersama, semua kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Keberhasilan dalam melaksanakan TMMD ke-126, Pembentukan Satuan Baru Teritorial Pembangunan, Apel Dansatkowil Terpusat dan masih banyak lagi kegiatan yang sudah terprogram. Hal ini patut disyukuri
bersama sebagai hasil kerja kolektif seluruh satuan jajaran,” terangnya.

Capaian tersebut tetap diikuti dengan evaluasi, karena tujuannya selain bersifat pengecekan ulang terhadap kemungkinan terlewatnya rencana program kegiatan, juga untuk merangkum catatan-catatan koreksi
berisi kendala dan kelemahan terutama masih terjadinya kerugian saat melaksanakan kegiatan rutin, latihan, maupun dalam penugasan operasi.

Memasuki sisa waktu triwulan IV TA 2025, beberapa hal perlu diatensi bersama yaitu percepatan realisasi program masing-masing bidang staf,
program dan sarana prasarana latihan, dukungan Satgas Operasi, kesejahteraan prajurit, pemenuhan
materiil secara swadaya/swakelola serta penyebarluasan wawasan tentang YKEP, Insdiknakes,
dan TWP AD.

Dalam kaitan program pemenuhan personel serta sarana dan prasarana sebagai konsekuensi dari pengembangan gelar satuan baru TNI Angkatan Darat, masih akan terus diprioritaskan pada tahun mendatang.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan seluruh jajaran dalam meningkatkan animo calon prajurit serta
menyiapkan lahan yang clean and clear sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang TNI Angkatan Darat.

Lebih lanjut, KASAD mengatakan TNI Angkatan Darat berupaya mempertahankan positif kepercayaan masyarakat, dengan berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas
pelaksanaan program melalui tertib administrasi dan kegiatan, kepatuhan terhadap aturan serta transparansi
penggunaan anggaran.

Sistem mekanisme pengadaan barang dan jasa maupun bidang logistik lainnya selalu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi, diantaranya melalui Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) dan e-purchasing, guna memperkuat
kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus menjamin efisiensi penggunaan anggaran negara.

Pengelolaan aset baik kendaraan hasil swadaya maupun tanah satuan, harus dilakukan secara tertib terdata, dan terpelihara. Percepat sertifikasi BMN agar status seluruh aset legal, akuntabel, dan optimal bagi
kepentingan satuan.

Bersyukur perhatian besar TNI Angkatan Darat di bidang pangkalan, pembangunan, dan rehabilitasi rumah dinas serta perkantoran sampai sejauh ini berjalan dengan lancar sesuai target. Tentunya hal ini tidak terlepas dari harmoni dan sinergi dalam
pengelolaan anggaran antara dukungan APBN, APBD dan swadaya TNI Angkatan Darat.

Semangat membangun dan memelihara kualitas sarana prasarana pendukung tugas, harus diikuti oleh kepedulian bersama dalam menjaga dan merawat demi peruntukannya dapat bertahan dalam jangka panjang.

Setiap satuan dan perorangan punya tanggung jawab dan naluri kepekaan untuk mendeteksi kemungkinan kejadian menonjol yang berpotensi
menimbulkan kerugian personel maupun materil, seperti korban jiwa prajurit oleh tindakan kekerasan dalam pembinaan satuan, kecelakaan latihan serta kebakaran pangkalan akibat kelalaian.

Mengakhiri amanat ini, saya menekankan kembali kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat di manapun bertugas agar terus meningkatkan kualitas kinerja satuan. Ciptakan lingkungan kerja yang kondusif, jalin hubungan interaksi yang sehat antara atasan dan bawahan serta senior dan junior. Hindari praktek kekerasan di luar batas kemampuan fisik prajurit. Ingat arti penting pembinaan satuan bertujuan untuk
penguatan karakter prajurit baru agar siap operasional bukan merusaknya.

“Perkuat eksistensi peran prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat yang kehadirannya selalu dinantikan sebagai bagian dari solusi atas setiap persoalan hidup masyarakat. Jaga selalu netralitas, dan perkuat sinergi
antar instansi demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, bersatu, berdaulat, dan rakyat semakin sejahtera,” pungkasnya. (Jamal)

banner 336x280