Pangandaran, inakor.id — Menjelang peringatan Hari Jadi ke-13 pada 25 Oktober 2025 mendatang, Kabupaten Pangandaran kian menunjukkan kemajuan pesat di berbagai sektor. Dari pembangunan infrastruktur, penguatan pariwisata, hingga peningkatan pertanian, semuanya menggambarkan hasil kerja keras panjang pemerintah dan masyarakat sejak berdirinya kabupaten ini.
Momen “milangkala” ke-13 ini menjadi saat penuh syukur sekaligus refleksi bagi warga Pangandaran. Daerah yang dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis itu kini telah tumbuh menjadi salah satu kabupaten yang paling berkembang di Jawa Barat.
Namun, di balik kisah sukses tersebut, ada peran besar para pejuang lokal yang turut memperjuangkan lahirnya Pangandaran sebagai daerah otonom. Salah satunya datang dari kalangan jurnalis — Agus Supriyatman, atau yang akrab disapa Agus Kucir, wartawan senior yang ikut mengawal proses pemekaran sejak awal.
Agus tak dapat menyembunyikan rasa haru melihat pesatnya perkembangan Pangandaran saat ini.
“Dulu kami hanya bisa bermimpi punya kabupaten sendiri, punya pemerintahan sendiri. Sekarang mimpi itu sudah jadi kenyataan. Alhamdulillah, saya bangga sekali,” ujarnya melalui pesan WA, Sabtu (18/10/2025).
Agus mengenang bahwa perjuangan memisahkan Pangandaran dari Kabupaten Ciamis bukanlah hal mudah. Proses panjang itu melibatkan banyak tokoh masyarakat dan pemimpin daerah, seperti H. Supratman, H. Adang Hadari (Alm), H. Iyos Rosbi (Alm), Adis Shose, dan H. Yusro (Alm).
“Banyak tokoh hebat yang kini sudah tiada. Tapi perjuangan mereka tak boleh dilupakan. Semua bersatu demi cita-cita yang sama — Pangandaran berdiri sendiri,” kenangnya.
Sebagai wartawan, Agus berperan penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Melalui tulisan-tulisannya di berbagai media, ia bersama rekan-rekan seprofesi seperti Aceng Hasim (Alm), Ukan (Alm), dan Surnandi (Alm) terus memberitakan perkembangan perjuangan pemekaran agar mendapat perhatian pemerintah pusat.
Sampai akhirnya, isu pemekaran itu mendapat dukungan dari Komisi II DPR RI, di bawah pimpinan Agun Gunandjar Sudarsa, yang menjadi salah satu tokoh kunci dalam proses pengesahan Kabupaten Pangandaran.
“Saya ikut dari awal – dari diskusi kecil di warung kopi, pembentukan panitia kecil, deklarasi presidium, sampai detik-detik ketuk palu di DPR RI. Saya bukan hanya meliput, tapi juga ikut di lapangan,” tutur Agus mengenang masa itu.
Ia bahkan sempat beberapa kali berkoordinasi langsung lewat sambungan telepon dengan Agun Gunandjar untuk memastikan proses di pusat tetap berjalan.
Kini, lebih dari satu dekade setelah Pangandaran resmi menjadi kabupaten, Agus hanya bisa tersenyum mengenang perjalanan panjang itu. Meski belum pernah menerima penghargaan atau ucapan resmi atas kontribusinya, ia tak sedikit pun merasa kecewa.
“Saya tidak menyesal. Yang penting Pangandaran maju dan masyarakatnya sejahtera. Itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya dengan nada tulus.**
(Agit Warganet/ Red)



Tinggalkan Balasan