Pangandaran, inakor.id – Upaya menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan Central Parkir Objek Wisata Pangandaran terus didorong oleh DPRD, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang mampu menarik kunjungan dan meningkatkan transaksi para pedagang.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, keberadaan sekitar 150 pedagang di kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Karena di sini ada 150 pedagang, ini juga harus diperhatikan bagaimana perputaran ekonominya. Sehingga perlu ada konsep event, baik event dari pemerintah daerah maupun event organizer dari luar,” ujar Asep, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, kerja sama dengan pihak pengelola atau vendor perlu diperjelas agar kegiatan event dapat diarahkan ke kawasan Central Parkir.
Selain mendorong ekonomi, langkah ini juga dinilai efektif untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada wisatawan.
“Apakah event-event bisa didorong ke sentra parkir. Ini untuk mengembangkan ekonomi sekaligus mengenalkan sentra parkir ke publik dan wisatawan,” katanya.
Asep juga menyoroti pemanfaatan bangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah dibangun pemerintah pusat di kawasan tersebut.
Bangunan tiga lantai dengan fasilitas rooftop dan empat blok MCK itu dinilai memiliki potensi besar jika dioptimalkan, termasuk sebagai tempat istirahat bagi sopir maupun ruang kegiatan.
“Bangunan ini luar biasa, ada tiga lantai dengan rooftop dan fasilitas MCK. Di depannya juga bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan,” ucapnya.
Namun, ia mengungkapkan hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pengelolaan bangunan tersebut.
“Ini seperti bangunan yang sudah lama berdiri, tetapi tidak jelas siapa yang mengelolanya. Padahal ini bisa menjawab keluhan para sopir sekaligus menjamin keselamatan wisatawan,” tegasnya.
Ia berharap dengan penataan yang terintegrasi dan pemanfaatan fasilitas yang optimal, Central Parkir Objek Wisata Pangandaran dapat menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi yang lebih hidup.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan