MAKASSAR,INAKOR,ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar gelar alsi unjuk rada di pertigaan alauddin – pettarani pada senin 19 januari 2026 (19/1/2026)
Aksi unjuk rasa ini sebagai sikap sekaligus tegas terhadap berbagai praktik politik yang dinilai mencederai demokrasi dan kedaulatan rakyat. Sikap ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai konstitusi dan cita-cita reformasi.
Danial selaku Jenderal Lapangan, menegaskan bahwa demokrasi Indonesia saat ini berada dalam ancaman serius akibat menguatnya praktik politik dinasti, dominasi oligarki politik, serta wacana kebijakan yang berpotensi menarik mundur demokrasi dari prinsip kedaulatan rakyat.
“Kami menilai praktik politik dinasti dan dominasi oligarki adalah bentuk nyata pembajakan demokrasi. Kekuasaan hari ini tidak lagi berpijak pada kehendak rakyat, melainkan dikonsolidasikan oleh segelintir elite politik dan ekonomi,” tegas Danial dalam orasinya.
Lebih lanjut, Danial menyoroti wacana pemilihan kepala daerah oleh DPR yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPR adalah kemunduran demokrasi. Ini mencabut hak politik rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung dan membuka ruang transaksi kekuasaan yang sarat kepentingan oligarki,” lanjutnya.
Dalam aksi tersebut, HMI Korkom Tamalate menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
• Menuntut penghapusan dan penolakan total terhadap segala bentuk praktik politik dinasti yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan demokrasi.
• Menuntut negara dan penyelenggara pemilu untuk membendung dominasi oligarki politik yang mempersempit ruang demokrasi dan merusak keadilan politik.
• Menolak dengan tegas wacana pemilihan kepala daerah oleh DPR, serta menuntut tetap dipertahankannya mekanisme pemilihan langsung oleh rakyat.
• Menuntut penyelenggaraan demokrasi yang konstitusional, partisipatif, jujur, dan berkeadilan, sesuai amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Pemilu.
• Mendesak keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
Massa Hmi korkom tamalate menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika demokrasi dipermainkan oleh kepentingan elite.
“Mahasiswa akan terus berada di garis perjuangan. Demokrasi adalah milik rakyat, bukan alat legitimasi kekuasaan elite. Selama demokrasi terancam, kami akan terus bersuara,” tutup Danial.
Hingga berita di terbitkan HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal demokrasi, menegakkan keadilan politik, dan memastikan kedaulatan rakyat tetap menjadi ruh utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.



Tinggalkan Balasan