Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) untuk pria guna meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Pangandaran, Agus Mailana, mengatakan keterlibatan pria dalam program KB masih perlu ditingkatkan melalui edukasi, sosialisasi, dan pelayanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Selama ini program KB lebih banyak identik dengan perempuan. Padahal, laki-laki juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi,” ujar Agus, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, optimalisasi program dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan kepada pasangan usia subur, pelayanan kontrasepsi pria, pembinaan kader dan penyuluh KB, hingga kampanye perubahan perilaku di tingkat desa dan kecamatan.
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus memperkuat sinergi dengan fasilitas kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lintas sektor lainnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran pria dalam program KB.
“Partisipasi pria dalam KB bukan hanya soal penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga dukungan terhadap kesehatan ibu, pengasuhan anak, dan perencanaan masa depan keluarga,” katanya.
Program KB pria yang dikembangkan di Kabupaten Pangandaran meliputi penggunaan kondom dan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi yang dinilai aman serta efektif karena dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional.
Agus menambahkan, keterlibatan aktif pria dalam program KB diharapkan mampu menekan risiko kehamilan yang tidak direncanakan, meningkatkan kesehatan keluarga, sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pangandaran.
“Melalui program ini kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa pembangunan keluarga berkualitas memerlukan peran aktif suami dan istri secara seimbang,” ucapnya.
Selain pelayanan langsung, edukasi terkait KB pria juga terus digencarkan melalui forum masyarakat, media sosial, kegiatan desa, hingga momentum pelayanan terpadu di berbagai wilayah Kabupaten Pangandaran.
Pemkab Pangandaran pun mengajak masyarakat, khususnya para suami dan pasangan usia subur, untuk bersama-sama mendukung keberhasilan Program KB pria demi terciptanya keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan sejahtera.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan