BONE,INAKOR,ID – Polemik aktivitas pertambangan di Desa Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, kembali mencuat. Pasalnya, pernyataan Kepala Desa (Kades) Welado dinilai janggal oleh sejumlah warga setempat.

Saat dihubungi oleh Enewsindonesia pada Senin (3/11/2025), Kades Welado memilih bungkam terkait aktivitas tambang di wilayahnya. Namun, pada Kamis malam, ia akhirnya memberikan klarifikasi singkat bahwa tambang tersebut sudah tidak beroperasi.

banner 336x280

“Iye, Pak, tapi tidak jalan mih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sang kades mengakui bahwa aktivitas tambang di wilayahnya memang tidak menentu.

“Kadang-kadang jalan, kadang berhenti, Pak,” tutupnya tanpa menjelaskan alasan di balik kondisi tersebut.

Namun, pernyataan sang kades justru dibantah oleh sejumlah warga Desa Welado. Salah seorang warga yang dihubungi oleh Enewsindonesia mengungkapkan bahwa aktivitas tambang masih berlangsung.

“Jangan percaya sama Pak Desa. Baru saja saya lihat penyedot pasir itu beroperasi sekitar pukul 17.01 WITA,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain yang enggan disebutkan identitasnya juga menyampaikan hal serupa.

“Lagu lama itu, Pak Ardi. Setiap kali ditanya, pasti bilang tambang sudah berhenti, padahal masih jalan,” katanya.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Bone, lebih serius menindaklanjuti persoalan ini.

“Kalau Polsek Ajangale, kami sudah tidak percaya lagi,” tambah salah seorang warga dengan nada kecewa.

Laporan : Ardy

banner 336x280