MAKASSAR, INAKOR,ID  – Negara hadir menjaga ruang hidup masyarakat. Wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Pelabuhan Makassar melalui kegiatan bakti sosial pembersihan sampah plastik di kawasan Pelabuhan Paotere, Makassar, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Makassar, AKP Muh. Yufsin J., S.E., M.H., bersama jajaran personel Sat Intelkam. Aksi bersih-bersih tersebut menyasar area pesisir dan pelabuhan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang sosial masyarakat nelayan.

banner 336x280

AKP Muh. Yufsin J. menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi konkret arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendorong Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Bersih, dan Indah, serta perwujudan tanggung jawab negara dalam menjamin lingkungan hidup yang layak bagi masyarakat.

“Pelabuhan Paotere adalah ruang publik strategis. Negara tidak boleh absen ketika lingkungan publik menghadapi persoalan sampah. Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab sekaligus keteladanan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan ketertiban sosial, kesehatan masyarakat, serta kualitas pelayanan publik. Karena itu, Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial di tengah masyarakat.

“Lingkungan yang bersih mencerminkan tata kelola yang baik. Ketika ruang publik terawat, rasa aman, nyaman, dan tertib akan tumbuh secara alami di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Muh. Yufsin J. juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku aktivitas pelabuhan, serta pengunjung kawasan pesisir untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran jangka panjang, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa, agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya bersama.

“Negara bisa memulai, tetapi keberlanjutan hanya akan tercapai jika masyarakat ikut bergerak. Perubahan besar selalu berawal dari kepatuhan terhadap hal-hal kecil,” pungkasnya. (R3)

banner 336x280