CILEGON, Inakor.id – Hari jadi Kota Cilegon ke-27 menjadi momentum evaluasi pembangunan. Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, H. Sohidin, menyoroti persoalan kemiskinan yang dinilai berbanding terbalik dengan citra Cilegon sebagai kota industri.
Hal itu disampaikan Sohidin saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (27/4/2026). Menurutnya, masih terjadi ketimpangan serius, terutama dalam sektor lapangan pekerjaan.
“Seharusnya Kota Cilegon ini menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Tapi kenyataannya, angka pengangguran justru meningkat,” ujarnya.
Ia memaparkan, persentase pengangguran di Kota Cilegon saat ini mencapai 7,41 persen.
Angka tersebut naik dibanding tahun 2024 yang berada di level 6,09 persen. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Menurut Sohidin, salah satu faktor utama naiknya pengangguran adalah banyaknya industri yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kami sudah beberapa kali memanggil pihak industri yang melakukan PHK. Mereka menyampaikan kondisi perusahaan sedang bangkrut,” katanya.
Ia menambahkan, ketika perusahaan tutup dan karyawan terkena PHK, maka daftar pengangguran di Kota Cilegon semakin panjang. Dampaknya, angka kemiskinan ikut terdorong naik.
Sohidin juga menilai, hingga saat ini Kota Cilegon sebagai kota industri belum mampu menampung hampir seluruh masyarakat usia produktif yang membutuhkan pekerjaan.
Selain masalah pengangguran, ia juga menyoroti persoalan rumah tidak layak huni (RTLH). Berdasarkan data yang sudah mendaftar ke Pemerintah Kota Cilegon untuk perbaikan, terdapat 2.505 unit RTLH.
“Ini juga menjadi persoalan serius. Bahkan di Kecamatan Citangkil ada 86 rumah yang tidak memiliki jamban. Rumah-rumah seperti itu masuk kategori RTLH,” ungkapnya.
Ia berharap di usia ke-27 tahun, Pemerintah Kota Cilegon dapat lebih fokus menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hingga perbaikan hunian warga kurang mampu.
(Him/Aldo)



Tinggalkan Balasan