GOWA,INAKOR,ID – Dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, kini memasuki babak serius. Isu yang awalnya beredar terbatas di lingkungan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, perlahan mencuat ke ruang publik dan berkembang menjadi polemik yang memicu perhatian luas masyarakat.

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada dugaan hubungan terlarang dengan seorang konsultan politik, namun juga diperkuat oleh sikap bungkam yang ditunjukkan oleh Bupati Gowa, sosok yang disebut dalam isu tersebut, serta suaminya, Muhammad Khaerul Aco Dg Muntu.

banner 336x280

Informasi mengenai dugaan hubungan tersebut pertama kali mencuat dari pengakuan seorang mantan pegawai Rumah Jabatan berinisial NRL. Ia mengungkapkan bahwa hubungan tersebut awalnya tidak diketahui oleh pegawai, namun perlahan mulai terlihat dan menjadi pembicaraan internal.

“Awalnya kami tidak tahu. Tapi setelah mulai terlihat, semua yang di rujab kaget. Hubungan itu diduga sudah berlangsung sejak 2021,” ungkap NRL.

NRL juga menyebut adanya konflik yang sempat terjadi setelah dugaan hubungan tersebut diketahui oleh pihak keluarga pria yang disebut dalam isu. Bahkan, disebutkan terjadi insiden kemarahan dari sang istri melalui sambungan telepon.

Selain itu, dugaan pertemuan diam-diam hingga insiden penggerebekan di Rumah Jabatan disebut semakin memperkuat spekulasi yang berkembang. Dalam peristiwa tersebut, sosok yang diduga terlibat disebut berhasil menghindar sebelum ditemukan di lokasi.

Di tengah berkembangnya isu, upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media kepada Bupati Gowa belum mendapat respons. Pesan konfirmasi tidak dibalas dan panggilan telepon juga tidak diangkat.

Hal serupa juga terjadi pada suami Bupati Gowa, Muhammad Khaerul Aco Dg Muntu. Saat dimintai tanggapan terkait isu yang menerpa istrinya, termasuk langkah yang akan diambil sebagai kepala keluarga, ia memilih tidak memberikan pernyataan.

Sikap diam dari kedua figur tersebut justru memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat.

Memasuki dua pekan sejak isu mencuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Bupati Gowa belum tampil memberikan penjelasan kepada publik, sementara Basri Kajang alias Ombas yang disebut dalam isu juga belum terlihat muncul di ruang publik.

Situasi ini memperpanjang polemik dan memperkuat opini yang berkembang di masyarakat.

Sikap bungkam yang berlarut-larut mulai mendapat sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat dan politik di Kabupaten Gowa. Salah satunya datang dari tokoh senior sekaligus mantan calon Bupati Gowa, Syarifuddin T.

Ia mempertanyakan sikap pihak-pihak yang belum memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Sudah dua pekan ini isu berkembang luas, tapi belum ada klarifikasi. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?” ujarnya.

Menurutnya, sebagai pejabat publik, klarifikasi diperlukan guna menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.

“Kalau memang tidak benar, sampaikan. Kalau benar, juga harus ada penjelasan. Jangan dibiarkan menggantung seperti ini,” tegasnya.

Di tengah budaya masyarakat Makassar yang menjunjung tinggi nilai Siri’ na Pacce, polemik ini dinilai tidak lagi sekadar persoalan pribadi, namun telah menyentuh aspek kehormatan daerah.

Nilai Siri’ na Pacce merupakan simbol kehormatan, empati, dan tanggung jawab sosial yang menjadi pijakan moral masyarakat Gowa.

“Ini bukan sekadar isu biasa. Ini menyangkut marwah Gowa. Kalau tidak dijelaskan, bisa menimbulkan penilaian yang lebih luas di masyarakat,” lanjut Syarifuddin T.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Bupati Gowa, Basri Kajang alias Ombas, maupun pihak keluarga terkait. Kondisi tersebut membuat opini publik terus berkembang tanpa kepastian.

Di era keterbukaan informasi, sikap bungkam pejabat publik sering kali memicu spekulasi yang semakin luas. Publik kini menanti kejelasan atas isu yang telah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat.

Klarifikasi dinilai penting, tidak hanya untuk menjawab spekulasi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah serta menjaga marwah Pemerintah Kabupaten Gowa di tengah dinamika sosial yang berkembang. (*)

Tim/Redaksi.

banner 336x280