Pangandaran, inakor.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran menambah armada shuttle wisata guna meningkatkan layanan transportasi bagi wisatawan. Penambahan tersebut berasal dari bantuan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa dua unit kendaraan berwarna kuning dan hitam yang kini telah dinyatakan layak operasional.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kabupaten Pangandaran, Doni, mengatakan armada baru tersebut telah melalui uji kelayakan sebelum dioperasikan.
“Kondisinya masih sangat baik. Ban, rem, dan seluruh komponen masih berfungsi normal, sehingga siap digunakan untuk melayani wisatawan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, masing-masing kendaraan memiliki kapasitas sekitar 20 penumpang dan dapat mengangkut hingga 30 orang dalam kondisi tertentu. Armada ini difungsikan untuk mengantar wisatawan dari kantong parkir menuju hotel maupun titik-titik destinasi wisata.
Menurut Doni, tambahan armada tersebut melengkapi unit shuttle yang sebelumnya telah dioperasikan Dishub. Meski jumlah personel masih terbatas, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan, terutama saat kunjungan wisata meningkat.
“Seluruh sopir disiapkan oleh Dishub. Ketika kunjungan ramai, kami maksimalkan semua armada yang tersedia,” katanya.
Layanan shuttle ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Untuk malam hari, Dishub tetap menyiagakan armada secara standby, khususnya pada akhir pekan atau musim liburan.
“Layanan ini gratis, tidak dipungut biaya. Wisatawan bisa memanfaatkannya untuk mobilitas dari dan menuju kawasan wisata,” jelas Doni.
Guna mendukung operasional shuttle, Dishub Pangandaran juga menyiapkan halte portable di kawasan Sentral Parkir Wisata Pangandaran. Halte tersebut disebar di sejumlah titik strategis untuk memudahkan mobilitas pengunjung.
“Untuk saat ini halte kita buat portable. Di Sentral Parkir Wisata Pangandaran ada empat trayek, mulai dari sebelah barat, kemudian di tengah ada trayek dua, tiga, dan empat,” ujarnya.
Selain di area parkir, halte juga tersedia di sejumlah titik kawasan pantai, di antaranya Pangandaran Sunset, depan Hotel Paluvi, dekat Grand Palma, depan kantor Satpolairud, hingga kawasan Air Mancur. Menurut Doni, titik-titik tersebut dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menuju Sentral Parkir maupun hotel.
Ia menambahkan, sistem operasional shuttle dilakukan secara berputar untuk menjemput penumpang di setiap halte. Frekuensi layanan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kalau kondisi landai, biasanya kita operasikan satu jam sekali. Tapi kita juga siapkan layanan berdasarkan permintaan, misalnya melalui call center, nanti langsung kita layani penjemputannya,” katanya.
Dengan penambahan armada dan penyediaan halte portable tersebut, Dishub Pangandaran berharap dapat meningkatkan kenyamanan serta kelancaran mobilitas wisatawan di kawasan destinasi wisata.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan