POSO – inakor.id – Sebanyak 54 orang mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Tadulako, didampingi dua orang dosen pendamping, masing-masing Dr. Ridwan Tahir, S.H., M.H. dan Harun Nyak Itam, S.H., M.H., Sabtu (18/5/2024), melakukan Kuliah Lapang pada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Poso. Rombongan dua bus kampus itu, diterima langsung Kepala Rutan Poso, Agung Sulistyo, A. Md.IP., S.H., beserta segenap pejabat dan pegawai di lingkungan Rutan Poso.

Sebelum meninjau langsung kondisi Rutan, para mahasiswa tersebut, bertempat di aula Rutan Poso, mendapat pengarahan dari Sulistyo berserta staf. Dalam kesempatan itu, selain menguraikan tugas dan fungsi yang diemban Rutan Poso, Sulistyo juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada sivitas akademika Fakultas Hukum, khususnya segenap dosen yang terhimpun dalam Bagian Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Tadulako, karena instansi yang dipimpinnya mendapat kehormatan untuk dijadikan lokasi kuliah lapang.

banner 336x280

Dimasa mendatang, menurut Sulistyo, pihaknya dengan senang hati dan tangan terbuka akan senantiasa menerima kunjungan-kunjungan serupa, khususnya dari kalangan kampus, karena menurut Karutan Poso tersebut, interaksi yang senantiasa terjalin antara Rutan dan kampus, setidaknya akan menjadi penyemangat bagi segenap pengelola Rutan Poso untuk lebih meningkatkan kinerja dan profesionalisme mereka dalam upaya melakukan pelayanan dan perawatan terhadap para tersangka dan terdakwa, karena Rutan menurut dia, memang sesungguhnya diperuntukkan bagi tahanan dan terdakwa yang sedang menjalani proses hukum.

Menjawab pertanyaan mahasiswa dalam sesi tanya-jawab, Sulistyo didamping Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Rutan Poso, Ilham Adi Susanto, S.H., mengakui, jika sejauh ini Rutan Poso juga menampung warga binaan yang proses hukumnya telah memiliki putusan hakim yang sudah berkekuatan hukum tetap. Sejatinya, lanjut dia, tugas ini menjadi tugas dan kewenangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang bertugas melakukan pembinaan terhadap para warga binaan, namun mengingat kondisi Lapas seluruhnya mengalami kelebihan daya tampung, maka atas kebijakan pimpinan, pihak Rutan juga diberi tugas tambahan untuk melakukan proses pembinaan.

Hanya saja, menurut Sulistyo, harus dimaklumi, jika proses pembinaan yang dilakukan pihak Rutan, tentu tidak sesempurna yang dilakukan pihak Lapas, karena keterbatasan fasilitas dan jumlah personal yang ada, “tetapi semua itu, tidak menjadi halangan bagi kami untuk mengemban dan melaksanakan tugas-tugas itu,”ujarnya.

Data pada Rutan Poso menunjukkan, tahanan dan warga binaan yang menghuni tempat itu saat ini, berjumlah sebanyak 343 orang, jumlah itu melebih daya tampung ideal yang hanya berkisar 100 orang, sehingga terdapat kelebihan daya sebesar 200 persen lebih. Rutan Poso sendiri yang berlantai dua, memiliki enam blok hunian, terbagi atas 27 kamar, dihuni rata-rata antara 12 hingga 14 orang, melebihi kapasitas ideal lima hingga enam orang.
Adapun tahanan dan warga binaan yang berada di dalamnya, terdiri atas 27 orang berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 316 orang pria, dilayani sebanyak 56 orang pegawai, termasuk Kepala Rutan Poso, sementara perkara yang mengantar mereka masuk menghuni Rutan Poso, sebagian besar perkara Narkoba, yakni sebesar 65 persen, selebihnya sebesar 35 persen, perkara pidana lainnya. Daerah asal para penghuni itu, sebagian besar dari luar Kabupaten Poso, yakni dari Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Unauna.

Kedatangan para mahasiswa di Rutan Poso itu, memberi kesan dan arti tersendiri bagi para penghuni. Mereka berbaur tanpa jarak, dan kegembiraan para penghuni tersebut kian semarak, karena empat orang mahasiswi, masing-masing Cicilia Clarissa, Windy Pratiwi, Siti Qomariah Mompala, dan Jesica Rachel Pasasa, menyumbangkan lagu kesayangan mereka yang diikuti para penghuni sambil bergoyang mengikuti irama musik yang didendangkan. Hiburan musik memang menjadi agenda rutin di Rutan Poso, setiap Sabtu. Pada kesempatan itu, sedikitnya ada sebanyak IDR 1.000.000. saweran didapat oleh para “artis kampus” itu, “wah mereka ada yang banyak uangnya Pak,”ujarnya.

Kunjungan para mahasiswa ke Kabupaten Poso itu, tidak terlepas dari bantuan dan fasilitas yang diberikan Ustaz H. Sugiyanto Kaimuddin, Ketua Yayasan Khalid Bin Walid Poso. Para mahasiswa itu, ditampung di kediaman beliau, dan ustaz yang amat peduli kerja-kerja sosial kemanusiaan itu, secara suka rela menyediakan empat unit toilet dan kamar mandi tambahan untuk para tamu kampus itu, “alhamdulillah, kami di sini Pak, terbiasa menerima tamu, termasuk beberapa kali dikunjungi mahasiswa dari luar Sulawesi Tengah yang melakukan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian di Wilayah Kabupaten Poso,”ungkapnya. (Jamal)

banner 336x280