KOTA BANDUNG, INAKOR.ID – Paguyuban Asep Dunia kembali menggelar Konferensi Asep Dunia ke-7 Tahun 2026 dengan mengusung semangat “Asep Bersatu Indonesia Maju”. Kegiatan yang mengangkat tema “Iman Dikuatkan, Sosial Digerakkan, Budaya Dilestarikan, Ekonomi Dimajukan, Pendidikan Dicerdaskan” tersebut berlangsung di Gedung Seni Budaya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026).
Konferensi ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Paguyuban Asep Dunia untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, membangun komunikasi antaranggotanya, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kontribusi terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan beserta jajaran, Ketua Pusat Paguyuban Asep Dunia beserta pengurus, para ketua wilayah dan daerah dari berbagai penjuru Indonesia, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Abdul Salam selaku Anggota Steering Committee (SC) menjelaskan bahwa keberadaan Paguyuban Asep Dunia bukan sekadar menjadi wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki nama Asep, melainkan juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengenalkan identitas budaya, serta membangun kekuatan sosial yang memberikan manfaat luas.
Menurutnya, nama Asep selama ini telah melekat dan identik dengan budaya Sunda, khususnya masyarakat Pasundan. Namun, keberadaan orang-orang bernama Asep sesungguhnya tidak hanya terbatas di Jawa Barat, melainkan telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.
“Nama Asep bukan sekadar nama seseorang, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Pasundan. Ketika mendengar nama Asep, orang sering kali langsung mengidentikkannya dengan Jawa Barat. Padahal, orang bernama Asep tersebar di berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, anggota Paguyuban Asep Dunia saat ini diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 orang. Mereka tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, hingga berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Arab Saudi.
Dengan sebaran keanggotaan tersebut, konferensi ini diharapkan menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat jaringan persaudaraan, serta membangun kebersamaan tanpa dibatasi jarak geografis maupun perbedaan latar belakang.
Lebih lanjut, Asep Abdul Salam memaparkan bahwa Paguyuban Asep Dunia memiliki empat bidang program prioritas yang menjadi landasan dalam setiap kegiatan organisasi. Keempat bidang tersebut meliputi agama dan pembentukan karakter, sosial budaya, ekonomi, serta pendidikan.
Empat Pilar Program Prioritas Paguyuban Asep Dunia
Pertama, bidang agama yang menitikberatkan pada penguatan keimanan, ketakwaan, moral, dan karakter anggota. Menurutnya, agama harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan setiap anggota agar mampu menunjukkan perilaku yang baik dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap anggota diharapkan memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, bidang sosial dan budaya. Dalam aspek ini, seluruh anggota didorong untuk memiliki kemampuan bersosialisasi, membangun hubungan harmonis, serta menghargai keberagaman budaya di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Asep Abdul Salam menekankan bahwa Paguyuban Asep Dunia tidak boleh menjadi kelompok yang eksklusif. Sebaliknya, organisasi harus bersifat terbuka dan mampu menjalin hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang nama, suku, maupun latar belakang.
“Jangan sampai kita hanya bergaul dengan sesama Asep.
Kita juga harus bisa berinteraksi dengan siapa pun, baik dengan Agus, Budi, Sri, Ucok, maupun masyarakat lainnya. Dari situlah terbangun sosialisasi, akulturasi budaya, dan semangat kebinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Ketiga, bidang ekonomi. Ia menilai penguatan ekonomi merupakan kebutuhan penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, anggota Paguyuban Asep Dunia diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi, termasuk dalam pengelolaan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Penguatan ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota secara individu, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Keempat, bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi faktor penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berpengetahuan, dan memiliki daya saing.
Namun, kecerdasan yang dikembangkan harus tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan agama. Dengan demikian, kemajuan intelektual dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter, penguatan etika, dan tanggung jawab sosial.
“Empat bidang inilah yang menjadi program prioritas kami. Anggota harus memiliki keimanan yang kuat, kemampuan sosial budaya yang baik, ekonomi yang mandiri, serta pendidikan yang mencerdaskan. Semua itu harus berjalan beriringan dan tidak boleh meninggalkan nilai-nilai moral serta ajaran agama,” paparnya.
Ia menambahkan, keempat pilar tersebut menjadi pedoman penting dalam setiap agenda organisasi, termasuk penyelenggaraan Konferensi Asep Dunia ke-7 di Kota Bandung.
Ajak Seluruh Anggota Bekerja dengan Hati dan Sepenuh Hati
Pada kesempatan tersebut, Asep Abdul Salam juga menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh anggota Paguyuban Asep Dunia agar semakin memperkuat persatuan, meningkatkan kerja sama, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menerapkan tiga prinsip penting dalam bekerja, yakni bekerja dengan hati, bekerja hati-hati, dan bekerja sepenuh hati.
Bekerja dengan hati berarti setiap pekerjaan harus dilandasi niat baik, ketulusan, dan motivasi yang benar.
Sementara bekerja hati-hati mengandung makna pentingnya menjaga integritas, menaati aturan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan organisasi maupun masyarakat.
Adapun bekerja sepenuh hati berarti melaksanakan setiap amanah dan tanggung jawab secara maksimal, sungguh-sungguh, serta tidak setengah-setengah.
Menurutnya, prinsip kehati-hatian sangat penting diterapkan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam pengelolaan organisasi dan keuangan, agar terhindar dari tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Lebih jauh, ia berharap semangat persatuan Paguyuban Asep Dunia tidak hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki nama Asep, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia.
“Kami berharap seluruh Asep semakin menyatu padu, saling bekerja sama, dan sama-sama bekerja. Mari kita bekerja dengan hati, bekerja hati-hati, serta bekerja sepenuh hati. Jangan setengah-setengah dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk saudara-saudara yang tidak bernama Asep, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam memajukan dan mengembangkan Indonesia.
Menurutnya, persatuan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan merupakan modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju serta mampu bersaing di tingkat global.
Melalui Konferensi Asep Dunia ke-7 Tahun 2026 ini, Paguyuban Asep Dunia diharapkan semakin solid, berkembang, dan mampu menghadirkan program-program nyata yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Semangat “Asep Bersatu Indonesia Maju” pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata, penguatan persaudaraan, pelestarian budaya, kemandirian ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia demi kemajuan bangsa.
(Wawat S.)



Tinggalkan Balasan