Pangandaran, inakor.id – Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026), berlangsung dengan suasana yang berbeda dibandingkan perayaan hari jadi pada umumnya. Minimnya kehadiran anggota DPRD menjadi salah satu sorotan dalam agenda tahunan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kursi tamu undangan di luar ruang rapat tampak belum terisi penuh. Sementara itu, kondisi di dalam ruang paripurna terlihat cukup terisi. Sejumlah pejabat dan tamu dari luar daerah turut menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.

banner 336x280

Perhatian tertuju pada daftar kehadiran anggota DPRD Kabupaten Pangandaran. Dari total 40 anggota dewan, tercatat 19 orang hadir berdasarkan buku absensi penerimaan tamu. Kursi kosong di jajaran anggota legislatif pun menjadi perhatian sejumlah undangan.

Usai mengikuti rapat paripurna, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mendapat pertanyaan wartawan mengenai ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD. Ia menegaskan bahwa dirinya datang sebagai undangan, sehingga penjelasan mengenai kehadiran anggota dewan merupakan kewenangan pihak penyelenggara.

“Untuk persoalan anggota DPRD yang tidak hadir, lebih tepat ditanyakan langsung kepada pihak DPRD karena saya di sini sebagai tamu undangan,” kata Citra.

Di tengah peringatan hari jadi tersebut, Citra juga mengingatkan pentingnya kerja bersama untuk menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi Kabupaten Pangandaran. Sejumlah hal yang menjadi perhatian di antaranya pembenahan kondisi fiskal daerah, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta perlindungan sumber mata air untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Sementara itu, pimpinan DPRD Pangandaran, Asep Noordin, memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan. Menurut informasi yang diterimanya, beberapa anggota tidak dapat hadir karena adanya kabar duka atas meninggalnya orang tua salah seorang pengurus administrasi partai pada malam sebelum pelaksanaan kegiatan.

Asep meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan ketidakhadiran tersebut dengan persoalan politik atau dugaan boikot. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menghadiri rapat paripurna dan menyebut agenda tersebut merupakan rapat istimewa yang tidak mensyaratkan kuorum sebagaimana rapat tertentu yang mengambil keputusan.

“Saya sendiri hadir dalam rapat ini. Jadi, jangan langsung menyimpulkan ada persoalan politik hanya karena beberapa anggota tidak datang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur politik dan pemangku kepentingan di Pangandaran untuk mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, peringatan hari jadi seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Asep mengatakan, DPRD turut mengundang tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran, serta pihak-pihak yang memiliki peran dalam proses terbentuknya Kabupaten Pangandaran. Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat perjuangan yang menjadi dasar berdirinya daerah otonom tersebut.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan dapat menyatukan langkah agar pembangunan tidak terhambat oleh perbedaan kepentingan.

“Pangandaran membutuhkan kebersamaan. Seluruh kekuatan daerah harus bergerak dalam satu arah supaya persoalan yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan bersama,” kata Asep.

Menurutnya, semangat Milangkala ke-14 tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi pengingat bagi pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja nyata, terutama dalam menangani persoalan infrastruktur, kekeringan, serta kebutuhan dasar masyarakat.

Minimnya kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna kali ini pun menjadi catatan tersendiri di tengah harapan agar peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama terhadap kepentingan publik.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280