CILEGON,Inakor.id – Kinerja birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) absen dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon dengan agenda Penyampaian Persetujuan Bersama Penetapan Raperda menjadi Perda tentang Perubahan Anggaran 2026, Rabu (30/9/2026).
Padahal, agenda tersebut merupakan tahapan krusial dalam penyusunan APBD 2026/2027 yang memerlukan kehadiran dan keseriusan seluruh pemangku kepentingan, terutama pejabat eselon II.
Anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Golkar, Erik Erlangga, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya atas banyaknya kursi kosong dari jajaran eksekutif.
“Kembali saya melihat teman-teman eselon II tidak hadir, kosong, Sekda tidak ada, Asda juga tidak ada. Saya memohon kepada Ketua DPRD agar ketidakdisiplinan ini menjadi sebuah catatan untuk Wali Kota,” tegasnya.
Sorotan serupa disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid. Ia menilai ketidakhadiran para pejabat tersebut mencerminkan rendahnya komitmen terhadap agenda penting pemerintahan.
“Saya setuju apa yang disampaikan Pak Erik Erlangga dari Fraksi Golkar tadi, ada beberapa teman-teman eselon II yang belum hadir. Mengingat ini juga termasuk keterlambatan hadirnya Wali Kota, seharusnya pejabat eksekutif dan eselon II setidaknya bisa memberikan contoh dalam menghadiri rapat pagi ini,” ucapnya.
Ketidakhadiran OPD ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa rapat paripurna sebelumnya, DPRD juga menyoroti masalah serupa. Ketidakhadiran pejabat tinggi Pemkot Cilegon dalam forum resmi legislatif dinilai dapat melemahkan sinergi antara eksekutif dan legislatif.
Tim media masih menunggu penjelasan dari Wali Kota Cilegon terkait kekecewaan sejumlah anggota DPRD yang menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih pada forum yang berkaitan langsung dengan perencanaan anggaran dan kepentingan publik.
DPRD menegaskan akan terus mengawasi dan menyuarakan persoalan kedisiplinan tersebut.
Reporter: Ade maftuhi



Tinggalkan Balasan