BANDUNG, INAKOR.ID – Upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja mandiri bagi masyarakat terus dilakukan melalui pelatihan berbasis keterampilan. Salah satunya melalui Pelatihan Barber yang dibuka di Cafe Oppa Coffee, Jalan AH. Nasution Nomor 75 KM 7, Kota Bandung, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan pelatihan tersebut Hasil Reses Anggota DPRD Kota Bandung Asep Robin SH., MH., dalam program Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Tahun 2026. Dan diikuti sebanyak 40 peserta yang terbagi dalam dua kelas. Pelatihan berlangsung selama 10 hari, mulai Kamis, 10 September hingga Sabtu, 19 September 2026.
Sementara materi pembelajaran diberikan oleh LPK Reta Citra Lestari, dengan narasumber sekaligus trainer Ibu Enung Reta.
Menurut Enung Reta bahwa Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi lebih menitikberatkan pada praktik langsung. Peserta diarahkan untuk mengenal peralatan barber, memahami teknik dasar pemotongan rambut, hingga mampu melakukan pemotongan secara mandiri.
“Dalam pelatihan ini, materi utama yang menjadi fokus adalah teknik taper dan fade, dua teknik yang banyak digunakan dalam perkembangan model potongan rambut modern, “tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada hari pertama, peserta mendapatkan pengenalan berbagai alat barber sekaligus mengikuti demonstrasi dari trainer. Memasuki hari kedua, peserta mulai berlatih memegang dan menggunakan peralatan serta mendapatkan materi dasar teknik taper.
Hari ketiga dilanjutkan dengan praktik parting dan latihan mencukur secara berkelompok. Peserta kemudian secara bertahap meningkatkan porsi praktik pada hari keempat dan kelima, termasuk mulai mendalami teknik fade.
Pada hari keenam, peserta kembali melakukan praktik dengan jumlah pendampingan yang lebih sedikit. Hari ketujuh diarahkan pada praktik cukur secara mandiri. Sementara hari kedelapan hingga kesepuluh difokuskan pada pemantapan keterampilan, praktik, serta ujian untuk mengukur kemampuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Selain itu Trainer LPK Reta Citra Lestari, Enung Reta, memberikan pembelajaran secara bertahap agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.
Pola pembelajaran tersebut diharapkan mampu membentuk peserta menjadi lebih percaya diri dalam menguasai teknik dasar hingga teknik lanjutan barber, khususnya taper dan fade.
Salah seorang peserta pelatihan, Imat Rohimat, mengatakan dirinya tertarik mengikuti pelatihan barber karena melihat keterampilan tersebut memiliki manfaat dan peluang yang luas, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.
Menurutnya, keterampilan memangkas rambut merupakan salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri dan memiliki peluang untuk terus digunakan dalam jangka panjang.
“Ini ilmu yang bermanfaat bagi semua orang, terutama bagi yang memang belum mendapatkan pekerjaan. Ini salah satu skill yang tidak ada habisnya,” ujar Diamond.
Ia menilai keterampilan barber memiliki keunggulan tersendiri karena sangat mengandalkan kemampuan dan keterampilan manusia. Menurutnya, kemampuan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja secara mandiri.
“Ini salah satu kemampuan atau skill yang memang tidak bisa digantikan begitu saja oleh teknologi seperti AI. Ini benar-benar keterampilan yang kita miliki sendiri,” katanya.
Imat Rohimat mengaku sebelumnya sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia pangkas rambut. Ia beberapa kali memangkas rambut secara manual untuk diri sendiri maupun teman-teman di lingkungan sekitar. Namun, menurutnya, mengikuti pelatihan secara formal memberikan kesempatan untuk memperdalam teknik yang sebelumnya hanya dilakukan berdasarkan pengalaman.
“Kalau pelatihan-pelatihan yang lain belum pernah. Tetapi untuk barber ini saya ikuti karena basic-nya saya sendiri memang pernah atau suka memangkas rambut di rumah dan teman-teman yang lain di sekitar,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan belajar selama 10 hari. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, menurutnya, harus terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi peserta.
Ia juga mengajak generasi muda, khususnya mereka yang belum memperoleh pekerjaan, untuk tidak berhenti berusaha dan memanfaatkan kesempatan belajar keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.
“Kalau ada waktu, apalagi belum mendapatkan pekerjaan, kita bisa berusaha secara mandiri dengan ilmu yang ada. Terutama di bidang barber atau pangkas rambut sendiri, karena ini salah satu pekerjaan yang menjanjikan untuk ke depannya,” ujarnya.
Lebih jauh, Imat Rohimat berharap seluruh peserta dapat mengikuti arahan trainer dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh selama pelatihan benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya bagi saya sendiri dan teman-teman yang lain, semoga bisa mengikuti arahan dari trainer yang ada, sehingga ilmu yang kita dapat bisa bermanfaat bagi kita maupun orang lain,” katanya.
Tidak menutup kemungkinan, setelah pelatihan selesai, para peserta akan membangun jejaring bersama dalam jangka panjang. Salah satu gagasan yang muncul adalah membentuk komunitas barber sebagai wadah untuk menjaga komunikasi, berbagi pengalaman, sekaligus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Pelatihan barber ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang mampu menguasai teknik taper dan fade, tetapi juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi, kewirausahaan, dan terbukanya peluang kerja baru di tengah masyarakat.
Dengan perpaduan antara materi, demonstrasi, praktik intensif, dan ujian, peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi profesi maupun usaha mandiri setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.***
(Wawat S)



Tinggalkan Balasan