KOTA BANDUNG, INAKOR.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung menggelar Riung Priangan Cup Tahun 2026 di GOR KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga sekaligus mematangkan kesiapan atlet Kota Bandung menghadapi berbagai kompetisi, termasuk ajang olahraga tingkat regional hingga nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan beserta jajaran, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung H. Sigit Iskandar, S.IP., M.M., Ketua KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi, M.Pd., jajaran pengurus KONI dan Dispora, para atlet, tokoh olahraga serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam jumpa pers, Kepala Dispora Kota Bandung H. Sigit Iskandar menegaskan bahwa kesiapan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga harus didukung kondisi fisik, mental, strategi serta ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan bersama cabang olahraga (cabor) di Kota Bandung. Salah satunya melalui tes fisik terhadap para atlet yang dilaksanakan sejak Maret 2026.
“Hasil tes fisik tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat kondisi atlet dan menentukan program pembinaan yang tepat.
Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Bahkan ada beberapa cabang olahraga yang atletnya dinilai siap tampil bukan hanya di level lokal, tetapi juga hingga level internasional,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, terhadap atlet yang pada saat pelaksanaan tes berada dalam kondisi kurang aktif karena sedang tidak mengikuti kejuaraan, dilakukan perhatian dan pembinaan khusus. Program latihan kemudian ditingkatkan agar kondisi fisik dan performa atlet kembali optimal.
Sigit menyebutkan, saat ini persiapan atlet terus berjalan sesuai dengan program yang telah dirancang. Latihan intensif dilakukan masing-masing cabor sebagai bagian dari upaya menjaga performa dan kesiapan menghadapi pertandingan.
“Walaupun kondisi efisiensi anggaran terjadi di seluruh Indonesia, Alhamdulillah Kota Bandung masih mendapatkan dukungan untuk pembinaan olahraga. Kami terus berkolaborasi agar kualitas latihan dan pembinaan tetap menjadi prioritas,” katanya.
Ia menambahkan, aspek perlindungan terhadap atlet juga menjadi perhatian. KONI bersama pihak terkait telah menyiapkan perlindungan berupa asuransi bagi atlet, termasuk dalam mengantisipasi risiko cedera yang dapat terjadi saat menjalani latihan maupun perjalanan menuju dan dari tempat latihan.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi, M.Pd., menekankan pentingnya strategi pembinaan yang komprehensif untuk menghadapi persaingan dalam dunia olahraga.
Menurutnya, kesiapan atlet harus dilihat dari berbagai aspek. Selain penguasaan teknik dan kemampuan fisik, faktor mental serta strategi pertandingan juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau kesiapan atlet, standar fisik dan teknis harus dipersiapkan. Tetapi kita juga harus menghitung faktor lainnya. Dari berbagai sisi harus benar-benar siap,” ungkap Nuryadi.
Ia menilai keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan oleh KONI maupun pemerintah secara sendiri-sendiri. Dukungan orang tua, pelatih, pengurus cabor, pemerintah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Itulah yang disebut ekosistem. Mulai dari orang tua yang menyerahkan anaknya untuk dibina, pelatih, cabang olahraga, KONI hingga pemerintah, semuanya memiliki peran,” jelasnya.
Nuryadi juga mengajak para atlet untuk terus menjaga semangat berlatih, terutama dalam menghadapi berbagai agenda pertandingan yang akan datang.
Di sisi lain, Dispora Kota Bandung terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Berdasarkan hasil survei yang disampaikan dalam kesempatan tersebut, tingkat kesukaan atau partisipasi masyarakat Kota Bandung terhadap olahraga menunjukkan peningkatan.
Jika sebelumnya berada di angka sekitar 42 persen berdasarkan survei akhir 2024 hingga 2025, angka tersebut disebut meningkat menjadi sekitar 63 persen pada Juni-Juli 2026.
Peningkatan tersebut dinilai tidak terlepas dari semakin banyaknya kegiatan dan event olahraga yang digelar di Kota Bandung.
“Kita dorong agar masyarakat Kota Bandung semakin gemar berolahraga. Salah satunya dengan memperbanyak event olahraga di Kota Bandung, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk beraktivitas dan berpartisipasi,” tutur Sigit.
Ia berharap tren tersebut terus meningkat sehingga olahraga tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Harapannya ke depan orang Bandung tetap gemar berolahraga, sehingga sehat jasmani, sehat rohani dan berdampak positif terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi,” katanya.
Menutup keterangannya, Sigit juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Semoga kita senantiasa sehat lahir dan batin serta olahraga memberikan dampak positif bagi Kota Bandung,” pungkasnya.***
(Wawat S).



Tinggalkan Balasan